TopCareer.id – Gen Z jadi kelompok yang paling berani melakukan negosiasi gaji ketimbang Milenial dan Gen X. Hal ini seperti dilaporkan dalam Salary Pulse 2026 Indonesia yang dirilis Jobstreet by SEEK.
Riset ini disusun berdasarkan survei online bersama lembaga riset Nature pada Februari 2026 terhadap 1.010 individu profesional di pasar kerja Indonesia, dengan rentang usia 18 hingga 64 tahun.
Wisnu Dharmawan, Managing Director Indonesia, Jobstreet by SEEK menyebut, 58 persen dari responden mengaku nyaman dalam membicarakan soal kenaikan gaji. Selain itu, 64 persen sudah membicarakannya.
Baca Juga: Puas dengan Gaji Bikin Karyawan Lebih Termotivasi Kerja Ekstra
“Jadi artinya kalau dulu mungkin agak sungkan karyawan kalau bertanya kenaikan gaji, tapi kalau sekarang tidak,” kata Wisnu dalam sebuah temu media di Jakarta beberapa waktu lalu, ditulis Senin (6/7/2026).
Ia menambahkan, dari responden yang meminta kenaikan gaji, 83 persen berhasil, meski ada 11 persen permintaan yang ditolak.
Menurut Wisnu, dari segi generasi, Gen Z menjadi kelompok yang paling terbuka untuk berbicara soal kenaikan gaji.
Jobstreet mencatat, di kelompok Gen Z, mereka yang merasa digaji sudah layak memang baru mencapai 49 persen. Meski begitu, 60 persen responden menyebut tak masalah untuk memulai diskusi soal gaji.
Baca Juga: Demi Naik Gaji, Banyak Pekerja Indonesia Siap Lakukan 2 Hal Ini
“Walaupun hampir separuhnya yang merasa digaji sudah layak, tetapi mereka berani. Itu terbalik dengan Gen X,” kata Wisnu.
Di Gen X, mereka yang merasa digaji layak mencapai 41 persen, namun yang berani membicarakan soal gaji hanya 37 persen.
Sementara pada Milenial, angka responden yang merasa digaji layak mencapai 49 persen dan 55 persen sudah berani memulai diskusi soal gaji.






