Survei CELIOS: 75 Persen Warga Stres karena Kebijakan Pemerintah

TopCareer.id – Survei menyebutkan 75 persen masyarakat Indonesia mengaku stres akibat kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Temuan ini diungkap dalam laporan terbaru yang dibuat oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan Tim Kabinet Bayangan tentang rapor kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 15 September sampai 9 Oktober 2026 terhadap 1.142 responden masyarakat umum yang tersebar di berbagai provinsi, serta melibatkan 129 responden ahli.
Berdasarkan penilaian masyarakat, 75 persen responden dilaporkan “merasakan stres akibat dari kebijakan yang dibuat Pemerintah.” Selain itu, ada juga 67 persen responden yang stres karena perilaku Prabowo.
Baca Juga: 1 Juta Sarjana Pengangguran, Pakar Singgung Ketimpangan Modal Sosial
Mengutip laporan tersebut, Rabu (14/10/2026), 53 persen responden masyarakat menilai kondisi ekonomi memburuk dibanding tahun lalu dan 21 persen menyebut tidak ada perubahan.
62 persen juga menyatakan pemerintah tidak mampu mengatasi masalah pengangguran dan lapangan kerja. Secara rinci, penilaian terdiri dari 24 persen yang menyatakan “sangat buruk” dan 38 persen menilai “buruk.”
CELIOS pun menyebut kebijakan pemerintah yang tidak efektif dalam mengatasi kondisi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja akhirnya berdampak pada kondisi ekonomi rumah tangga masyarakat.
Baca Juga: Anak Muda RI Rentan Menganggur, Ini Kata Pakar UGM
Lebih dari separuh responden (53 persen) merasa kondisi ekonomi rumah tangganya lebih buruk dibandingkan satu tahun yang lalu, 31 persen responden merasa tak ada perubahan, dan 16 persen yang merasa lebih baik.
“Artinya jumlah rumah tangga yang ekonominya memburuk lebih dari tiga kali lipat dibandingkan yang membaik. Kondisi ini menggambarkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat semakin menurun,” tulis para peneliti.
Keseluruhan, responden masyarakat memberikan nilai 4,6 dari 10 untuk Prabowo dan 4,9 dari 10 untuk Gibran, dengan nilai akhir 4,7. Sementara, penilaian ahli memberikan skor 2,8 untuk Prabowo dan 2,2 untuk Gibran, dengan nilai akhir 2,9.
Tanggapan Wapres Gibran
Menanggapi rapor tersebut, Wapres Gibran pun menyatakan dirinya “menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan oleh masyarakat dan lembaga independen.”
“Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri,” kata Gibran lewat Sekretariat Wakil Presiden, Selasa (13/10/2026), mengutip berbagai sumber.
Ia menyebut, kritik terhadap pemerintah, termasuk pada dirinya, harus dijawab dengan meningkatkan kinerja.
“Baik melalui evaluasi serta perbaikan kebijakan dan cara kerja untuk memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan,” katanya.



