Tren

Survei LPEM FEB UI: 73 Persen Ekonom Sebut Penciptaan Lapangan Kerja Kini Lebih Susah

TopCareer.id – Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan para ahli menilai penciptaan lapangan kerja saat ini lebih rendah ketimbang enam bulan lalu.

Temuan ini diungkap dalam Survei LPEM Ahli Ekonomi Semester II 2026 bertajuk “Ambisi Ekonomi Indonesia di Tengah Meningkatnya Skeptisisme.”

Sampel terdiri dari 63 ahli ekonomi dari berbagai latar belakang, dari akademisi, lembaga penelitian, think tanks, sektor swasta, dan organisasi/institusi multinasional.

Baca Juga: Lulusan Manajemen Terbanyak Sumbang Pengangguran S1

Dalam laporannya, dikutip Kamis (29/10/2026), 46 dari 63 ahli (73 persen) menilai penciptaan lapangan kerja saat ini lebih rendah dibandingkan enam bulan lalu.

“Dari jumlah tersebut, 30 ahli (48 persen) menjawab lebih rendah dan 16 ahli (25 persen) menjawab jauh lebih rendah. Sisanya, 15 ahli (24 persen) menilai tidak berubah dan 2 ahli (3 persen) menilai lebih tinggi,” tulis laporan itu.

Terkait ekspektasi ekonomi, 38 dari 63 ahli (60 persen) memperkirakan penciptaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang lebih rendah dibandingkan kondisi saat ini.

Dari jumlah tersebut, 28 ahli (44 persen) menjawab lebih rendah dan 10 ahli (16 persen) menjawab jauh lebih rendah. Sisanya, 22 ahli (35 persen) memperkirakan tidak berubah dan 3 ahli (5 persen) memperkirakan lebih tinggi.

Para ahli juga menyebut bahwa mereka masih berhati-hati dalam menilai efektivitas kebijakan saat ini, untuk memperbaiki kondisi pasar tenaga kerja.

Baca Juga: 8 Juta Lulusan S1 Kerja di Bawah Kualifikasi Pendidikan

“Kelompok responden terbesar, yaitu 31 ahli, berpendapat bahwa kebijakan saat ini tidak memberikan dampak terhadap kondisi pasar tenaga kerja,” tulis LPEM FEB UI.

Sementara, 18 responden menilai kebijakan yang berlaku saat ini tidak efektif dan 12 responden lainnya menilai sangat tidak efektif. Hanya 2 responden yang menilainya efektif, dan tidak ada yang menilai sangat efektif.

Pada laporan yang sama, 52 persen ahli menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk dibandingkan tiga bulan lalu. Selain itu, 56 persen menyebut lingkungan bisnis sekarang lebih buruk dibandingkan tiga bulan lalu.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button