Tren

Arab Saudi Resmi Akuisisi Perusahaan Gim EA

TopCareer.id – Perusahaan gim Electronic Arts (EA) resmi diakuisisi oleh dana kekayaan negara Arab Saudi dan sekelompok investor dengan nilai USD 55 miliar (sekitar Rp 986,3 triliun).

Penyelesaian transaksi diumumkan EA pada Selasa malam pekan ini, hanya beberapa hari usai persetujuan dari Uni Eropa, yang merupakan izin regulasi terakhir.

Akuisisi ini menjadi salah satu pembelian perusahaan terbesar dalam sejarah dan membuat EA berubah menjadi perusahaan privat setelah 36 tahun tercatat di bursa saham.

EA diakuisisi Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi bersama Affinity Partners, perusahaan ekuitas swasta yang dipimpin menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, serta perusahaan investasi Silver Lake Partners.

“EA telah menciptakan cerita, karakter, dan komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ratusan juta orang,” kata Kushner, mengutip The Guardian, Sabtu (8/8/2026).

“Kami antusias mendukung perusahaan ini untuk terus menjangkau audiens baru, menginspirasi generasi kreator berikutnya, dan memperluas cara masyarakat di seluruh dunia terhubung melalui permainan,” imbuhnya.

Sebagai perusahaan privat, EA tidak lagi wajib melaporkan kinerja keuangan setiap kuartal. Kondisi ini dinilai sejumlah analis dapat mengurangi tekanan untuk terus memenuhi target jangka pendek dari pasar saham.

Baca Juga: Tembus Pasar dunia, Game Lokal Kini Bersaing Secara Global

Namun, perusahaan yang berubah status menjadi privat kerap melakukan efisiensi termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), walaupun hingga saat ini belum ada indikasi bahwa hal tersebut akan terjadi di EA.

Perusahaan di balik gim-gim seperti The Sims, EA Sports FC, hingga Battlefield itu sebelumnya pernah memangkas sekitar 5 persen pekerjanya pada 2024.

Perusahaan dilaporkan memiliki sekitar 14.500 karyawan pada Maret 2025, sebelum kembali memangkas beberapa ratus posisi pada Mei.

EA didirikan pada 1982 oleh mantan karyawan Apple, William “Trip” Hawkins.

Hawkins mulai tertarik pada permainan olahraga sejak remaja melalui permainan papan bisbol dan sepak bola buatan Strat-O-Matic pada era 1960-an. Sejak 2013, perusahaan dipimpin CEO Andrew Wilson.

Meski punya basis fans yang besar, pendapatan tahunan EA dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan di antara USD 7,4 miliar hingga USD 7,6 miliar.

Persaingan di industri game juga semakin ketat, khususnya dari pengembang game mobile seperti Epic Games. Salah satu pesaing terbesar EA, Activision Blizzard, diakuisisi Microsoft dengan nilai hampir USD 69 miliar 2023.

Baca Juga: Viral Perusahaan Liburkan Karyawan buat Main GTA VI, Ternyata…

Di sisi lain, keluarga kerajaan Arab Saudi memang telah lama dan sedang gencar berinvestasi di industri video game dan esports, selain di sektor olahraga, media, dan hiburan.

Mengutip Polygon, dalam beberapa tahun terakhir PIF milik Arab Saudi terus memperluas pengaruhnya di industri video game dengan mengakuisisi dan berinvestasi di sejumlah perusahaan.

PIF juga memiliki 97 persen saham publisher game SNK, serta kepemilikan saham minoritas di sejumlah perusahaan besar seperti Activision Blizzard, Capcom, Embracer Group, Nintendo, dan Take-Two Interactive.

Dana investasi tersebut juga memiliki Savvy Game Group, yang telah mengakuisisi sejumlah perusahaan, termasuk Scopely. Sebelumnya, Scopely mengakuisisi gim populer seperti Pokémon Go, Pikmin Bloom, dan Monster Hunter Now.

Menurut PIF, investasi di industri gim merupakan bagian dari upaya mendiversifikasi perekonomian Arab Saudi, yang selama ini sangat bergantung pada ekspor minyak.

Namun, banyak pihak menilai langkah ini sebagai bentuk “sportswashing” atau upaya memperbaiki atau memoles citra negara di mata dunia lewat investasi di bidang olahraga, hiburan, dan budaya, sebagai bentuk soft power.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button