Penduduk Indonesia Tembus 290,1 Juta Jiwa, 201 Juta Usia Produktif
TopCareer.id – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) mencatat jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2026 tembus 290 juta orang atau tepatnya 290.125.073.
Hal ini diungkap oleh Teguh Setyabudi, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Rapat Koordinasi Nasional Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester 1 tahun 2026.
Teguh mengungkapkan, angkanya naik lebih dari 1,8 juta jiwa jika dibandingkan semester 2 tahun 2025 yang saat itu tercatat 288.315.089 jiwa.
“Jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan,” kata Teguh di Jakarta, Senin (3/8/2026), seperti dikutip dari YouTube Dukcapil Kemendagri.
Untuk angka laki-laki mencapai 146.402.289 atau 50,46 persen dari total penduduk, sementara perempuan berjumlah sebanyak 143.722.784 atau 49,54 persen dari jumlah penduduk.
Baca Juga: Dukcapil Ungkap Banyak WNI Pakai Nama Tokoh Anime, Ada Naruto dan Sasuke
Teguh menjelaskan, tren pertumbuhan penduduk antar-semester terus bertambah secara konsisten, dengan pertumbuhan setahun terakhir mencapai lebih dari 3.431.380 sejak dihitung pada semester 1 2025 sampai semester 1 2026.
“Artinya per semester kurang lebih adalah tambahnya 1,7 juta,” kata Teguh. Pertumbuhan penduduk ini mencerminkan angka kelahiran bersih setelah dikurangi kematian.
Dari 290,1 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 201 juta jiwa termasuk dalam kategori produktif (15-64 tahun) atau tepatnya 201.060.449 jiwa. Angkanya naik 2.033.854 dibandingkan semester 2 tahun 2025.
Jumlah tersebut setara dengan 69,3 persen dari total penduduk nasional atau naik 0,27 persen dari semester sebelumnya.
Menurut Teguh, dengan masih tingginya usia produktif, maka rasio ketergantungan relatif rendah, di mana penduduk di kelompok ini penting untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan bonus demografi.
Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Lupa Nama Teman Kantor?
“Tapi bonus demografi akan membawa berkah apabila kita juga bisa mengimbangi dengan pendidikan, pelatihan kerja, layanan kesehatan yang memadai,” kata Teguh.
Karena itu, supaya bonus demografi benar-benar membawa Indonesia Emas 2045, sektor pendidikan, kesehatan, hingga pelatihan perlu jadi sorotan.
Pada kesempatan yang sama, Teguh juga menyebut Gen Z (sekitar 75 juta jiwa) dan Milenial (sekitar 68 juta jiwa) menjadi kelompok generasi terbanyak saat ini.
“Jadi kalau kita sekarang mau membawa Indonesia ke depan, berarti kita harus mampu bicara berkomunikasi secara baik dengan Gen Z dan Milenial. Itu tidak mudah,” kata Teguh.



