TopCareer.id – Maraknya penipuan online membuat pengguna platform e-commerce harus lebih waspada. Salah satu modus yang sering terjadi adalah dengan berkedok sebagai jasa pengiriman atau kurir.
Biasanya, penipu yang mengatasnamakan jasa kirim atau kurir kerap memanfaatkan kondisi psikologis konsumen yang sedang menunggu paket.
Pelaku biasanya menyampaikan informasi yang terlihat meyakinkan, seperti tautan (link) pelacakan atau dokumen resi palsu, dengan bahasa yang meyakinkan dan bernada mendesak.
Taktik ini dirancang agar korban merespons dengan cepat dan mengklik tautan tersebut tanpa melakukan pengecekan, yang berujung pada pencurian data pribadi maupun finansial.
Baca Juga: Ancaman Siber Intai E-Commerce di 2026: AI hingga Pencarian Gambar
Pratama Persadha, Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) menegaskan, kewaspadaan masyarakat adalah benteng terdepan dalam mencegah penipuan semacam ini.
“Saat menerima pesan terkait pengiriman paket, masyarakat sebaiknya tidak langsung panik atau terburu-buru mengikuti instruksi,” kata Pratama, mengutip siaran pers, Sabtu (25/4/2026).
“Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui aplikasi atau saluran resmi,” ujarnya.
Platform e-commerce Lazada pun memberikan tips menghadapi penipuan online dengan prinsip SATSET.
- Sadar
Sadarilah apabila ada pola komunikasi yang mencurigakan.
Waspadai permintaan data sensitif seperti KTP, nomor rekening, kode OTP, password, atau informasi kartu kredit dari oknum yang mengaku sebagai karyawan platform, kurir, atau penyedia jasa pengiriman.
Kenali juga modus refund palsu yang belakangan ini marak terjadi, di mana pelaku meminta Anda melakukan scan QRIS atau transfer ke rekening pribadi.
Baca Juga: Saat AI Bikin Belanja Online Makin Personal
- Teliti
Selain lebih waspada, pastikan setiap informasi yang diterima telah diverifikasi melalui kanal resmi platform e-commerce.
Penipu biasanya sengaja menciptakan urgensi agar korban panik. Karena itu, jangan mudah percaya dan jangan memverifikasi status pesanan melalui chat WhatsApp atau SMS dari nomor tidak dikenal.
Manfaatkan fitur lacak pesanan yang ada di aplikasi untuk melihat status pengiriman.
- Segera Tolak
Apabila terdapat indikasi penipuan, segeralah menolak dan mengambil tindakan tegas dengan mengabaikan serta memblokir nomor atau pesan yang mencurigakan tersebut.
Selain itu, jangan pernah mengeklik sembarang tautan (link) atau mengunduh file tidak dikenal seperti format APK yang berkedok foto resi, untuk menghindari jebakan phishing peretas perangkat.
Konsumen juga harus tegas menolak segala bentuk permintaan transaksi, pembayaran, atau transfer ke rekening pribadi di luar aplikasi e-commerce, karena hal tersebut merupakan indikator utama penipuan.






