Kemenkes: Ada 277 Ribu Kasus ISPA Imbas Asap Karhutla
TopCareer.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat per 12 Oktober 2026, secara kumulatif terdapat 277.075 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Juru Bicara Kemenkes Widyawati dalam keterangan videonya mengungkapkan, 62.400 di antara kasus tersebut terjadi pada rentang usia 0 sampai 5 tahun.
“Di 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara, menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai,” kata Widyawati, mengutip keterangan di akun Instagram @kemenkes_ri.
Ia mengatakan, 13 daerah berada di kategori berbahaya, 11 sangat tidak sehat, dan 13 tidak sehat.
Baca Juga: Karhutla RI Disorot Leonardo DiCaprio: 5 Juta Orang Terpapar Asap
“Merespon situasi ini, pemerintah telah menerjunkan 2.106 tenaga kesehatan dan memperkuat pelayanan kesehatan, sistem rujukan, serta pemantauan penyakit di wilayah terdampak,” Widyawati mengatakan.
Selain itu, dibagikan juga sekitar 3 juta masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, dan alat pelindung diri.
Alfian Nur Rosyid, Pakar Paru Universitas Airlangga (Unair) dalam pernyataan berbeda pun mewanti-wanti warga agar mewaspadai efek karhutla pada pariu-paru, dengan memakai masker berstandar tinggi.
“Masker yang lebih efektif untuk menyaring partikel asap adalah N95, KN95, atau KF94 dengan syarat terpasang rapat di wajah. Masker bedah biasa perlindungannya terhadap PM2.5 lebih terbatas,” ujarnya.
Baca Juga: Asap Karhutla Ancam Paru-paru, Warga Diimbau Lindungi Diri dengan Cara Ini
Selain itu, warga diimbau mengurangi paparan polusi dengan memantau kualitas udara, membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, serta hindari polusi indoor seperti rokok atau obat nyamuk bakar.
Jika seseorang sudah terpapar asap, Alfian mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan tindakan awal.
“Langkah pertolongan pertama, segera menjauh dari sumber asap ke tempat berudara lebih bersih. Istirahat, cukup minum, bersihkan wajah dan mata, serta kurangi aktivitas fisik,” pungkasnya.


