TopCareer.id – Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA pada 1 April 2026 lalu meluncurkan misi Artemis II yang beranggota empat astronaut.
Misi mengelilingi Bulan dengan pesawat Orion ini bertujuan untuk menguji sistem pendukung kehidupan kapsul Orion dengan awak manusia, demi memastikan keamanan sebelum pendaratan manusia di misi selanjutnya, Artemis III.
Empat astronaut ini direncanakan kembali ke Bumi pada Jumat, 10 April 2026 waktu setempat, lewat pendaratan di lepas pantai dekat San Diego, California, Amerika Serikat.
Adapun, mengutip BBC, berikut profil dari empat astronaut dalam misi Artemis II ini.
Reid Wiseman – Commander
Reid Wiseman merupakan pilot uji Angkatan Laut AS yang kemudian menjadi astronaut. Dia menghabiskan enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2014 sebagai flight engineer di Expedition 40.
Meski mencintai dunia penerbangan, namun Wiseman mengaku takut ketinggian ketika dirinya berada di darat.
Wiseman lahir di Baltimore, Maryland. Ia kehilangan istrinya karena kanker pada 2020 dan membesarkan dua anak perempuannya seorang diri.
Baca Juga: Minat Belajar Sains pada Generasi Muda Dinilai Menurun, Kenapa?
Ia mengatakan bahwa menjadi orang tua tunggal adalah “tantangan terbesar sekaligus fase paling memuaskan” dalam hidupnya.
Walau memimpin misi ini, Wiseman menegaskan bahwa Artemis II bukanlah misinya sendiri.
Dia memuji rekan-rekannya yang penuh semangat dan rendah hati, serta berharap misi ini suatu hari akan dianggap sebagai “langkah kecil” menuju kehidupan manusia di Bulan, dan akhirnya ke Mars.
Christina Koch – Mission Specialist
Christina Koch adalah insinyur dan fisikawan yang menjadi astronaut pada 2013. Dia mencetak rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama oleh perempuan, yaitu 328 hari di ISS pada 2019.
Dalam misi itu, ia juga ikut dalam spacewalk pertama yang seluruhnya dilakukan perempuan.
Koch lahir di Grand Rapids, Michigan, dan dibesarkan di North Carolina. Dengan keterlibatannya dalam misi ini, dia menjadi perempuan pertama yang melakukan perjalanan ke ekosistem Bulan.
Ketertarikannya untuk menjadi astronaut dimulai saat dia melihat gambar Earthrise dari Apollo 8. Ia memutuskan untuk menjadi astronaut setelah tahu bahwa foto itu diambil oleh manusia, bukan dengan kamera otomatis.
Jeremy Hansen – Mission Specialist
Jeremy Hansen adalah mantan pilot tempur Angkatan Udara Kanada dan fisikawan yang bergabung dengan Badan Antariksa Kanada pada 2009.
Ia belum pernah terbang ke luar angkasa, tetapi berperan penting dalam melatih astronot baru di Nasa.
Hansen punya tiga orang anak dan punya hobi berlayar, panjat tebing, serta bersepeda gunung.
Baca Juga: Astronot Wanita Ini Menginspirasi Para Gadis Muda agar Berkarier di Bidang Sains
Ketertarikannya pada luar angkasa juga bermula di era Apolli 8. Saat kecil, Hansen bahkan mengubah rumah pohonnya menjadi “pesawat luar angkasa imajiner.”
Ia menjelaskan risiko misi yang dijalaninya kepada keluarga, termasuk bagaimana peluncuran roket bisa terlihat seperti ledakan, padahal itu sebenarnya normal.
Jika misi berhasil, Hansen akan menjadi orang non-Amerika pertama yang pergi ke Bulan.
Victor J. Glover – Pilot
Victor Glover adalah mantan pilot tempur dan pilot uji Angkatan Laut AS yang menjadi astronot NASA pada 2013. Ia pernah menjadi pilot misi SpaceX Crew-1 dan menghabiskan hampir enam bulan di ISS.
Glover lahir di Pomona, California. Dia punya empat orang anak dan menjadi orang kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan.
Dia dikenal karismatik dan stylish, serta memiliki callsign “IKE” atau “I Know Everything“, yang merujuk pada tiga gelar masternya di bidang teknik dan militer.
Dalam persiapan Artemis II, ia mempelajari jurnal misi Gemini dan Apollo tahun 1960-an untuk mencari pelajaran teknik dan penerbangan.
Ia mengatakan bahwa eksplorasi adalah bagian dari jati diri manusia: “Mendorong diri untuk menjelajah adalah inti dari siapa kita.”






