TopCareer.id – Saat menerima gaji, orang biasanya akan menggunakannya untuk berbagai kebutuhan penting. Namun, tidak ada salahnya untuk mulai mengelola keuangan, salah satunya dengan trik 70-20-10.
Dalam trik 70-20-10 artinya 70 persen dari penghasilan bulanan dipakai untuk hal-hal pokok seperti bayar sewa kos, belanja kebutuhan hidup, bahan bakar, dan lain-lain.
Kemudian, 20 persen untuk investasi dan 10 persen bisa untuk apa saja. Beberapa pakar pun menyebut, kamu bisa membagi 20 persen itu ke dalam investasi dan tabungan, agar seluruh kebutuhan finansialmu tercukupi.
Andrea Woroch, pakar pengelolaan keuangan, dikutip dari Bustle mengatakan, trik ini menyederhanakan proses budgeting dengan membaginya ke dalam kategori yang terpenting.
“Hal ini membuat pengeluaran dan tabungan terasa lebih mudah dilakukan, terutama dibandingkan anggaran yang terasa terlalu ketat atau membingungkan,” ujarnya, ditulis Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga: Gaji 38,9 Juta Pekerja Indonesia di Bawah UMK, Lulusan SD-SMA Terbanyak
Apabila banyak trik keuangan mengharuskan seseorang membagi ke jumlah yang hampir sama untuk berbagai kategori, 70-20-10 mendorongmu untuk mengalokasikan sedikit lebih banyak untuk biaya hidup.
Ini memberikanmu ruang gerak lebih apabila harus bayar sewa kos atau rumah, tagihan, dan belanja kebutuhan sehari-hari, yang bagi banyak orang, bisa meningkatkan kualitas gaya hidup.
Trik ini juga mendorongmu berpikir tentang kesiapan finansial Anda 5, 10, atau bahkan 30 tahun ke depan.
“Generasi muda sering mengikuti pendekatan soft saving, yang berarti mereka lebih memilih menikmati gaya hidup sekarang dan menunda menabung untuk nanti,” kata Woroch.
Ia juga mengatakan, tak ada salahnya untuk membeli sesuatu demi menghindari stres atau burnout. Karena itu, ada 10 persen yang disisihkan jika kamu ingin mengeluarkan uang untuk hiburan tanpa rasa bersalah.
“Meskipun penting mengurangi pembelian tidak penting agar uang Anda tidak terbuang dan untuk mencapai tujuan finansial, tidak ada salahnya sesekali bersenang-senang agar tidak kelelahan,” ujarnya.
Baca Juga: Warga RI Bisa Pakai QRIS di Korea Selatan
Menurut Woroch, trik ini mungkin akan terlalu sederhana jika kamu punya aturan ketat soal pengeluaran. Namun, metode ini cocok bagi yang sudah berpenghasilan tinggi dan fleksibel secara finansial.
Sebagai contoh, jika penghasilanmu Rp 5 juta per bulan, berarti kamu harus membaginya jadi Rp 3,5 juta untuk uang kos, makan, dan bensin. Lalu, Rp 1 juta bisa untuk investasi/tabungan dan Rp 500 ribu untuk hiburan.
Kamu bahkan bisa mengalihkan sebagian uang hiburan yang tidak terpakai dari bulan sebelumnya ke bulan berikutnya, untuk membeli sesuatu yang lebih besar. Tentu saja, sisa uang bisa disimpan ke tabungan.
“Dalam menerapkan metode budgeting ini, bijaksana untuk menggunakan 20 persen dari anggaran Anda untuk dana darurat yang memadai, minimal setara tiga bulan biaya hidup,” kata Woroch.
“Dari situ, Anda bisa menggunakan sebagian untuk tujuan finansial jangka panjang dan investasi,” imbuhnya.






