TopCareer.id – Micro-credentials kini juga dilihat oleh para pemberi kerja untuk menilai dan merekrut seseorang.
Micro-credential adalah program pembelajaran singkat seperti kursus atau pelatihan, yang bertujuan untuk menambah atau memperkuat keterampilan maupun kompetensi di bidang tertentu.
Dalam Micro-Credentials Impact Report 2026 yang dilakukan Coursera, 99 persen pemberi kerja di Indonesia bahkan sudah merekrut setidaknya tiga kandidat yang memiliki micro-credentials. Ini menandakan pergeseran yang semakin kuat menuju praktik rekrutmen berbasis keterampilan (skill-first hiring).
Laporan tersebut dilihat berdasarkan insight dari lebih dari dari 3.500 pemberi kerja, pemelajar, dan pimpinan perguruan tinggi di tujuh negara, termasuk Indonesia.
Laporan yang sama menyebutkan, bagi pemberi kerja micro-credentials semakin dilihat sebagai indikator tepercaya bahwa kandidat mampu memberikan kontribusi sejak hari pertama bekerja.
85 persen pemberi kerja di Indonesia juga menyatakan bahwa kandidat yang memiliki micro-credentials dapat melalui proses rekrutmen lebih cepat, atau 12 poin persentase lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Baca Juga: Orang Indonesia Makin Antusias Asah Keterampilan AI
Temuan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar dengan tingkat adopsi micro-credentials tertinggi di antara negara-negara yang disurvei.
Selain itu, 96 persen pemberi kerja di Indonesia bersedia menawarkan gaji awal yang lebih tinggi kepada lulusan yang memiliki micro-credentials.
49 persen di antaranya juga bersedia memberikan kenaikan lebih dari 15 persen bagi lulusan yang memiliki micro-credentials di bidang Generative AI (Gen AI).
Selain itu, 97 persen lulusan di Indonesia yang memperoleh micro-credentials berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya dalam waktu 12 bulan setelah lulus.
Ashutosh Gupta, Managing Director, Asia Pacific, Coursera mengatakan, di Indonesia, micro-credentials tak lagi hanya jadi nilai tambah, namun juga dilihat sebagai indikator penting dari kesiapan kerja dan daya saing kandidat.
“Seiring berkembangnya pemanfaatan AI di dunia kerja, kemampuan untuk menunjukkan keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri menjadi semakin penting bagi para pencari kerja,” kata Gupta dalam temu media di Jakarta, Kamis (24/6/2029).
Gupta mengungkapkan, ada beberapa keterampilan yang mereka lihat makin diminati oleh masyarakat. Hal ini tercatat dari semakin banyaknya yang mendaftar beberapa pelatihan populer di Coursera.
“Beberapa skill kunci yang sedang diminati di platform dan banyak dibutuhkan adalah terkait AI generatif dan data,” ujarnya kepada TopCareer.id.
Baca Juga: Lowongan Kerja Makin Banyak Cari Skill AI, Lulusan Baru Harus Siap
Menurutnya, di Coursera beberapa keterampilan mengenai dasar-dasar AI dari Google dan data menjadi pelatihan yang banyak diminati di platform tersebut.
“Mereka yang mempelajari Gen AI lintas generasi, karena semua orang sadar bahwa mereka harus mempelajari Gen AI untuk bisa sukses saat ini,” pungkas Gupta.
Sementara bagi mahasiswa di Indonesia, kebutuhan akan micro-credentials membuat mereka semakin memilih institusi yang menawarkannya dan diakui dalam program gelar.
Menurut Coursera, mahasiswa di Indonesia memiliki kemungkinan 8,8 kali lebih besar untuk mengambil micro-credentials yang memperoleh pengakuan kredit akademik (88 persen) dibandingkan yang tidak memperoleh pengakuan kredit (10 persen).
48 persen mahasiswa Indonesia juga menilai micro-credentials yang dikembangkan industri dan diakui sebagai bagian dari program gelar sebagai indikator terkuat atas kualitas, relevansi, dan nilai jangka panjang suatu program pendidikan.






