TopCareer.id – Monash University Indonesia membuka LPDP Nurturing Program 2026, program pendampingan intensif bagi calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang sedang mempersiapkan seleksi tahap 2 dan berencana menempuh studi pascasarjana di kampus tersebut.
Pembukaan angkatan kedua LPDP Nurturing Program 2026 bertepatan dengan masa pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 pada Juni hingga Juli 2026, saat persaingan antara pelamar diprediksi semakin ketat.
“Beasiswa LPDP adalah sarana transformasi bagi para pemimpin masa depan Indonesia, dan untuk melewati proses seleksi yang kompetitif dibutuhkan kualitas persiapan yang luar biasa,” kata Matthew Nicholson, Pro Vice-Chancellor & President Monash University, Indonesia, dikutip dari siaran pers, Jumat (12/6/2026).
Dia pun yakin, fokus universitas dalam mempertahankan akademisi yang memiliki pemahaman mendalam baik dalam riset maupun pendidikan, membuat program ini jadi semakin bermakna.
Baca Juga: Monash dan Peneliti RI Kembangkan Inovasi untuk Dukung Kesehatan Digital
“Pendekatan Monash University Indonesia dibangun di atas keunggulan akademik berbasis riset serta konektivitas internasional yang mendalam, sehingga para peserta dibimbing oleh orang-orang yang memahami apa yang diperlukan untuk menonjol di panggung global,” kata Nicholson.
LPDP Nurturing Program 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Monash University, Indonesia; Monash University, Australia; dan layanan mentoring beasiswa StudyFirst.
Program ini dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran terstruktur yang berfokus pada proses aplikasi.
Kurikulum program ini dirancang untuk menguasai seluruh komponen penting pada proses seleksi, mulai dari penyusunan dokumen aplikasi yang sesuai dengan standar seleksi LPDP, peningkatan performa tes berdasarkan standar internasional, serta persiapan wawancara yang membangun rasa percaya diri.
Baca Juga: Syarat Daftar Beasiswa SEHAT 2026 buat Mahasiswi Poltekkes Kemenkes
Peserta akan mendapatkan bimbingan intensif dari akademisi Monash dan mentor berpengalaman dari StudyFirst, sehingga memiliki pemahaman mendalam tentang setiap tahap proses seleksi.
“Program ini membantu saya menyambungkan benang merah antara latar belakang, studi, dan rencana kontribusi saya,” kata Muhammad Rayhan Safhara, salah satu penerima beasiswa LPDP dan alumni LPDP Nurturing Program 2026 Monash University, Indonesia.
Untuk lolos seleksi, peserta harus memenuhi standar internasional yang mencakup kemampuan akademik, berpikir analitik, komunikasi, kepemimpinan, dan adaptabilitas.
Monash Indonesia pun menyebut, program ini menjadi platform strategis untuk mempersiapkan peserta secara komprehensif, membekali mereka dengan strategi seleksi yang terbukti efektif, sekaligus membangun kekuatan personal dan profesional yang akan menunjang sukses akademik dan karier jangka panjang.






