Edukasi

Orang Indonesia Makin Rajin Belajar Bahasa Jepang dan Mandarin

TopCareer.id – Bukan hanya bahasa Inggris, makin banyak orang Indonesia yang kini mempelajari bahasa Mandarin dan Jepang.

Hal ini diungkap oleh Luis von Ahn, CEO dan co-founder Duolingo, dalam siniarnya bersama Raditya Dika di New York City, Amerika Serikat.

Luis mengungkapkan, Indonesia menempati posisi teratas secara global dalam proporsi pembelajar yang menyebut “mendukung pendidikan saya” sebagai salah satu motivasi mereka belajar.

Dibandingkan rata-rata global, pembelajar di Indonesia 37 persen lebih mungkin belajar bahasa untuk mendukung pendidikan dan 41 persen lebih mungkin belajar untuk mengisi waktu secara produktif

Motivasi ini menunjukkan bahwa bagi masyarakat Indonesia, belajar bahasa dipandang sebagai bagian penting dari pengembangan diri dan investasi untuk masa depan.

“Kami melihat potensi yang sangat besar di pasar Indonesia,” kata Luis, mengutip siaran pers, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Kursus Bahasa Inggris Diminati Dewasa, Buat Apa?

Meski bahasa Inggris masih jadi bahasa yang paling banyak dipelajari pengguna Duolingo dari Indonesia, minat terhadap bahasa Jepang dan Mandarin tercatat meningkat, membuat keduanya masuk tiga besar.

Duolingo mencatat, sejak 2023, proporsi pengguna aktif harian di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin hampir tiga kali lipat.

Selain itu, pembelajar Indonesia juga menunjukkan ketertarikan untuk belajar lebih dari satu bahasa. Pengguna Duolingo di tanah air 4,15 kali lebih mungkin mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin secara bersamaan.

Kombinasi bahasa Jepang dan Mandarin, serta bahasa Inggris dan Jepang, juga cukup menonjol, masing-masing 3,3 kali dan 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.

Menurut Luis, ini menunjukkan semakin luasnya minat pembelajar di Indonesia terhadap bahasa-bahasa Asia Timur, sembari tetap mempertahankan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa utama yang dipelajari.

Pada kesempatan yang sama, Luis pun menyebut kini semakin banyak orang Indonesia yang belajar bahasa untuk mendukung pendidikan, karier, dan peluang internasional.

Baca Juga: Belajar Bahasa Inggris Masih Penting di Era AI?

Untuk itu, Duolingo terus mengembangkan kurikulumnya demi membantu pengguna menguasai kemampuan bahasa yang lebih lanjut dan praktis. Saat ini, sembilan kursus bahasa terpopuler sudah tersedia hingga tingkat B2.

Pengembangan ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa, tidak hanya pada tingkat dasar.

Dalam wawancara tersebut, Luis juga menjelaskan bagaimana latihan percakapan berbasis AI dapat membantu pembelajar berlatih berbicara tanpa rasa takut akan dinilai oleh orang lain.

Luis menambahkan, pengalamannya tumbuh di Guatemala memperlihatkan bahwa kesempatan mendapat pendidikan yang baik bisa dipengaruhi kondisi finansial keluarga. Inilah yang membuatnya ingin menyediakan akses belajar bagi semua orang.

“Saya ingin melakukan sesuatu yang dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan,” ujar Luis kepada Raditya.

Menurutnya, keterbatasan finansial seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk belajar, sehingga mereka yang tidak mampu membayar tetap dapat belajar melalui platform Duolingo.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button