Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto, Dari Kepala BNN hingga Jadi Kapolri

TopCareer.id – Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Pelantikan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026), beberapa jam usai dirinya menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Sementara, Listyo Sigit bergeser menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Sebelumnya, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.
Dilansir berbagai sumber, Suyudi lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) atau saat ini Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1994.
Baca Juga: Perjalanan Karier Destry Damayanti, Perempuan Pertama yang Jadi Gubernur BI
Kelahiran Pandeglang Banten 53 tahun lalu itu juga pernah menempuh pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) pada 2018.
Suyudi meraih gelar Magister Sains dari S2 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia pada 2010. Dia juga mendapat gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada Januari 2026.
Kariernya diawali saat dia menjadi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Lalu, dia pernah menjabat sebagai Kapolsek Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Karier Suyudi kemudian berlanjut sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Suyudi sempat ditarik ke jabatan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri. Saat menjadi Wakapolda Metro Jaya di tahun 2023, Suyudi mendapatkan Bintang satu.
Baca Juga: Jejak dan Warisan Guruh Sukarno Putra: Guruh Gipsy hingga Kala Cinta Menggoda
Pada 2024, dia mendapat promosi bintang dua sebagai Kapolda Banten dan di 2025, Suyudi naik menjadi bintang tiga dengan menjabat Kepala BNN.
Saat menjadi reserse, Suyudi juga terlibat dalam penanganan kasus yang disorot publik seperti penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, serta pembongkaran kasus perampokan dan pembunuhan satu keluarga di Pulomas.
Sementara saat memimpin BNN, salah satu kasus yang jadi perhatian masyarakat adalah terbongkarnya kasus peredaran narkotika internasional di bulan Desember 2025.



