Lifestyle

Pakar Ungkap Manfaat Latihan Angkat Beban Buat Otak dan Jantung

TopCareer.id – Tren olahraga kardio seperti lari belakangan banyak digandrungi masyarakat. Meski begitu, pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mengingatkan pentingnya latihan beban.

Denny Agustiningsih, Dosen Departemen Fisiologi FK-KMK UGM mengungkapkan, angkat beban memiliki banyak manfaat bagi tubuh, karena struktur dari tubuh sebagian besar adalah otot.

Menggerakkan otot, sekecil apapun pergerakannya, akan melepaskan protein-protein yang disebut myosin atau actin.

Denny menjelaskan, myosin akan berkomunikasi dengan bagian tubuh yang lain seperti otak dan jantung, untuk bekerja melakukan reparasi, regenerasi, penyembuhan, dan pencegahan penyakit.

“Itulah kenapa olahraga beban yang menggunakan otot-otot tubuh kita itu penting karena kita memanggil protein-protein tadi,” ujarnya, mengutip laman resmi UGM, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Lima Cedera yang Sering Terjadi Saat Olahraga Lari, Kamu Pernah Alami?

Denny pun mengatakan penting untuk melakukan kombinasi olahraga beban dan kardio. Sehingga, jika dibandingkan, tidak ada yang lebih baik dari yang lain.

Olahraga kardio memang bermanfaat untuk fungsi jantung dan paru-paru, tetapi kurang bermanfaat bagi otot-otot yang lain, hanya otot-otot besar terutama yang di pinggul.

Sementara pada latihan angkat beban, mysoin yang keluar akan banyak, sehingga kesehatan si otot itu juga akan semakin terjaga.

“Ketika kita berolahraga, otot itu kan pasti ada bagian-bagian yang rusak. Protein tadi salah satu fungsinya adalah memperbaiki kerusakan sekaligus berfungsi dalam sebagai regenerasi,” kata Denny.

Menurut panduan WHO olahraga yang melibatkan otot-otot besar seperti lari dan berenang, perlu dilakukan sebanyak 3 hingga 5 kali dalam seminggu. Sementara, latihan beban dan kelenturan dianjurkan dua kali dalam seminggu.

“Jadi, memang perlu dilakukan kombinasi secara teratur,” Denny menambahkan.

Baca Juga: Tips Mulai Aktif Bergerak Tanpa Harus ke Gym

Lebih lanjut, Denny menegaskan latihan angkat beban tak cuma bisa dilakukan di gym atau tempat fitness.

Ada beberapa gerakan yang bisa dilakukan di rumah seperti push-up, pull-up, plank, squat, atau olahraga dengan bantuan kursi. Latihan ini praktis dan tidak memerlukan alat mahal. Selain itu, latihan seperti pilates juga sangat baik untuk melatih otot.

Denny pun mengatakan, latihan beban harus dimulai sejak dini karena seiring bertambahnya usia, otot yang jarang digunakan akan mengalami kerusakan terlebih dahulu.

“Dengan melatih otot sejak muda, kita dapat mencegah tubuh menjadi bungkuk, lemah, atau jompo saat memasuki usia tua,” katanya.

Manfaat latihan beban untuk jantung dan otak

Selain bermanfaat bagi otot, latihan angkat beban juga punya manfaat untuk jantung dan otak. Menurut Denny, saat otot dilatih, beban kerja dan metabolisme otot akan meningkat.

Jantung akan bertugas memberikan suplai makanan ke otot tersebut. Semakin kuat otot dilatih, otot jantung juga akan terangsang untuk bekerja lebih keras.

Oleh karena itu, pemberian beban harus disesuaikan dengan kemampuan dan ditingkatkan secara bertahap agar jantung tidak kaget atau mengalami kegagalan fungsi.

Sementara untuk manfaatnya bagi otak, latihan ini akan memperlancar aliran darah. Saat aliran darah ke otak meningkat, otak akan melepaskan hormon-hormon bahagia yang membuat kita merasa senang.

“Selain itu, aliran darah baru yang lebih baik di otak akan meningkatkan kecerdasan dan kecepatan berpikir karena otak terbiasa mendapatkan suplai darah yang optimal,” Denny menjelaskan.

Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Konsumsi Minuman Elektrolit Saat Olahraga?

Denny pun merekomendasikan seseorang untuk menggabungkan dengan tepat olahraga kardio dan angkat beban, supaya manfaat kebugarannya lebih optimal.

Ia menyarankan latihan kardio seperti lari, berenang, atau bersepeda untuk orang dewasa dapat dilakukan 3 sampai 5 kali dalam seminggu dengan 45 menit per sesinya.

Sementara, angkat beban dapat dilakukan di rumah atau dengan alat sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Latihan ini dapat dimulai dari beban teringan dan ditingkatkan secara bertahap.

Namun, penting untuk mengawali kedua latihan ini dengan stretching, sehingga mengurangi risiko cedera.

“Kedua bagian ini adalah yang paling pertama mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Jangan sampai otak kita masih cerdas, tetapi tubuh kita sudah jompo,” pungkasnya.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button