Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, September 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Peluang Besar di Industri Olah Raga

Topcareer.id – Di tengah persaingan industri yang demikian sengit, industri olah raga justru jadi bisnis yang masih sangat potensial dan belum banyak digarap oleh pengusaha Indonesia. Oleh karena itu peluang bisnis industri yang satu ini masih terbuka lebar. Demikian diungkap CEO Liga Mahasiswa (LIMA), Ryan Gozali.

Pria yang akrab disapa Ryan ini mencontohkan program acara broadcast yang disiarkan secara live oleh stasiun televisi di Indonesia, konten sport atau olah raga masih jadi rajanya. “Sebut saja Kompas TV, konten live yang paling banyak ditonton ialah program Thomas dan Uber Cup. Sementara di MNC TV rating tertinggi ialah Liga Inggris dan Liga Indonesia. Sinetron lewat” ungkap Ryan kepada Topcareer.id di Four Season Hotel Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Meski demikian, bukan berarti terjun ke industri ini tidak banyak tantangan. Diakuinya untuk dapat memproduksi acara event sebesar itu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menjaga sebuah event agar tidak menimbulkan stigma negatif di mata sponsor juga penting dilakukan.

“Faktor ‘x” seperti tabiat fans, suporter maupun penonton yang seringkali melakukan kekerasan dan keributan. Ini yang menimbulkan stigma negatif” jelas pria penggemar club sepak bola asal Inggris, Manchester United.

Namun ia percaya selama semua itu mampu dicegah dan dikelola dengan baik, industri olah raga akan menjadi industri yang menjanjikan. Pengalaman yang sama ia alami saat mulai merintis Liga Mahasiswa (LIMA) hingga sesukses sekarang. Sebuah organisasi privat yang bertujuan menciptakan wadah untuk berkarya di bidang olah raga bagi para mahasiswa maupun mahasiswi di Indonesia. Organisasi ciptaannya ini pun berkibar berkat tangan dinginnya.

Tantangan dan kendala terus menghadangnya, sejak awal merintis LIMA sampai dengan sekarang.

“Mulai saat mendapatkan keabsahan sebagai liga, mencari wasit, kerja sama dengan pihak kampus, menyakinkan kampus untuk membuat tim, mempromosikan event LIMA, sampai persoalan mencari Gedung Olah Raga (GOR) yang layak untuk sebuah event LIMA” imbuhnya.

Pelan tapi pasti, satu persatu kendala diurai dan dibenahi. “Kita juga berikan edukasi ke semua stakeholder yang terlibat. Hingga akhirnya setelah semua orang paham, bila ingin ikut event LIMA harus mengikuti syarat-syarat yang telah ditetapkan.”tegasnya.

the authorRetno Wulandari

Tinggalkan Balasan