Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Agustus 1, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Beda Budaya, Beda Bahasa Tubuh

Topcareer.id Kamu bekerja di perusahaan multinasional yang diisi orang-orang asing dari berbagai negara? Atau, pekerjaanmu kerap bersinggungan dengan orang asing, entah sekadar lewat bertukar email, rapat video conference, atau berkunjung ke kantor perwakilan di luar negeri.

Tentu mengasyikkan bertugas ke luar negeri. Namun, bukan berarti kamu semata bersenang-senang. Menjalankan tugas bisnis ke luar negeri atau bertemu orang asing butuh persiapan. Selain berbekal bahasa internasional (baca: Inggris), kamu sedikit banyak harus memahami tanda-tanda dari bahasa tubuh yang berlaku di negara yang kamu kunjungi atau dianut warganya.

Sebab, makna bahasa tubuh bisa berbeda-beda di berbagai negara dan kebudayaan. Berikut ini secuplik tips yang tertuang di buku How Business Works: A Graphic Guide to Business Success (2015).

Kontak mata
Orang Tiongkok menghindari kontak mata langsung untuk menunjukkan rasa hormat. Sementara orang Amerika memaknai kurang kontak mata sebagai pertanda lawan bicara tengah berusaha berbohong atau menipu.

Ekspresi wajah
Mengungkapkan emosi sangat dihargai di Amerika. Cemberut, mengkerut, atau bahkan bersumpah serapah bisa diterima di negeri Paman Sam, tapi bila sampai menangis dianggap janggal. Orang Jepang suka tersenyum dan tertawa, tapi tidak cemberut dan menangis.

Gerakan kepala
Di banyak negara, termasuk sebagian besar Asia, Eropa dan Amerika, orang menggangguk tanda setuju dan menggelengkan kepala berarti tidak setuju. Tapi di sejumlah negara, seperti di Bulgaria, berlaku kebalikannya. Jangan sampai keliru membaca tanda ini bila kamu ke Bulgaria suatu hari nanti.

Gestur tangan
Di budaya Barat, menggunakan tangan untuk memanggil seseorang dianggap biasa. Namun, orang China akan mengganggap itu tak sopan.

Membungkuk
Di Amerika, bersikap santai dibolehkan. Orang bisa saja bersikap membungkuk saat berdiri atau duduk. Namun, di beberapa negara Eropa, seperti Jerman, bersikap membungkuk dianggap kasar. Bersikap formal juga sangat dihargai di Jepang, terutama berdiri tegak dan rapi.*

the authorAde Irwansyah

Tinggalkan Balasan