Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Thursday, October 24, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mau Jadi Kurator? Ahli Sarankan untuk Sekolah Sejarah Seni

Views

Topcareer.id – Kurator, menjadi salah satu pekerjaan unik yang ada di galeri atau museum. Ketika lembaga-lembaga seni berkembang, maka pekerjaan ini populasinya akan ikut tumbuh. Jika ingin menjadi kurator, setidaknya para ahli di bidang ini menyarankan untuk memulai sekolah di bidang seni.

Dalam laman Artnet News, banyak kurator yang disurvei tentang pengalaman pendidikan mereka. Dan satu pesan yang didapat adalah jika kamu ingin sukses sebagai kurator, kamu harus mulai dengan landasan yang kuat soal sejarah seni.

“Artist menggambar pada konvensi sejarah, jadi untuk memahami hari ini kamu harus memahami apa yang terjadi di masa lalu,” kata kurator seni kontemporer Museum Brooklyn, Eugenie Tsai.

Selain itu, ia menambahkan, kamu tidak pernah tahu di mana kamu akan berakhir. Sekarang ditempatkan di sebuah museum ensiklopedis, Tsai mengatakan dia “sangat menyesal” tidak bersinggungan dengan seni Asia dan Afrika saat studi mendapatkan gelar PhD di Universitas Columbia.

Kebanyakan kurator setuju kalau keahlian sejarah seni adalah alat yang penting untuk menentukan apakah seorang seniman kontemporer bisa bertahan dalam ujian waktu.

“Di studio seorang seniman kontemporer, pembicaraan itu bukan tentang apakah karya seni mereka akan relevan selamanya,” kata Laura Hoptman, seorang kurator lukisan dan patung di Museum Seni Modern di New York.

“Tetapi jika kamu sedang membangun koleksi institusional yang akan signifikan lebih dari lima tahun ke depan, kamu harus melihat hal-hal dengan mata yang berbeda,” tambahnya.

Mempelajari sejarah seni juga memberikan landasan yang kuat dalam pemikiran kritis dan penulisan — keterampilan penting bagi kurator mana pun. Tetapi jangan khawatir tentang bagaimana menulis daftar periksa pameran atau perjanjian pinjaman saat kamu masih di sekolah, kata kurator veteran.

Kamu dapat mempelajari keterampilan-keterampilan tersebut setelah kamu mendapatkan posisi pertamamu (dan, dalam hal apa pun, setiap lembaga melakukan hal yang berbeda).

“Ketika bekerja di lembaga yang lebih besar, terutama yang memiliki koleksi, gelar sejarah seni tetap merupakan fondasi yang penting,” kata Irene Hoffman, direktur dan kurator di ruang seni kontemporer SITE Santa Fe, yang meraih gelar master dalam sejarah seni di Art Institute of Chicago.

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply