Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Agustus 6, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Bahaya Berbohong Saat Wawancara Kerja

Topcareer.id Membuat lamaran kerja dan punya CV menarik penting untuk melamar kerja. Tapi jangan pernah berpikir untuk berbohong dengan memberi informasi palsu untuk mendapat sebuah pekerjaan.

Berbohong selama proses perekrutan menghancurkan peluang kamu untuk mendapat pekerjaan. Menutip Money.usnews.com, Rabu (18/09/2019). Ada beberapa konsekuensi berbohong saat wawancara kerja.

Berbohong tentang pengalaman
Kemungkinan besar kamu bisa terjebak dalam kebohongan seterusnya. HRD pasti menyelidiki setiap pengalamanmu dengan detail. Saat kamu berbohong maka pertanyaan lanjutan akan membuatmu untuk membuat kebohongan lebih banyak lagi. Semakin banyak kebohongan maka akan semakin tidak relevan pengalaman yang kamu ceritakan. HRD akan menyadari hal ini dan kamu langsung kehilangan kesempatan untuk bisa melanjutkan proses selanjutnya.

Berbohong perihal gaji
Mendapat gaji tinggi merupakan keinginan setiap calon karyawan. Berbohong mengenai hal ini kamu memiliki risiko ketahuan melalui proses verifikasi gaji. Ini juga bisa menggagalkan langkahmu untuk melaju ke proses berikutnya. Daripada berbohong soal gaji lebih baik hapus riwayat gaji dan fokus pada gaji seperti apa yang kamu cari sekarang.

Berbohong tentang segalanya
Dalam wawancara kerja berbohong tentang segalanya mungkin menarik minat HRD yang mewawancara dirimu. Namun HRD perusahaan tempat kamu melamar kerja akan melakukan verifikasi ke tempat kerja kamu dulu. Saat terdapat banyak perbedaan dari apa saja yang sudah kamu sampaikan. Jelas mereka tidak akan melanjutkan proses lamaran kerjamu.

Lolos wawancara hasil berbohong
Entah bagaimana kamu bisa lolos dan mendapat pekerjaan dari kebohonganmu saat wawancara dan proses verifikasi. Itu mungkin membuatmu senang. Tapi ini berisiko kamu bisa tiba-tiba dipecat. Kebohongan bisa terbongkar saat kinerjamu sama sekali tidak sesuai dengan informasi saat wawancara. Ini bisa membuat perusahaan penasaran dan melakukan penyelidikan mendalam terhadap dirimu.

Daripada banyak berbohong saat wawancara dan beresiko fatal. Sebaiknya jujur sejak awal. Lagipula masih lebih baik kehilangan pekerjaan saat wawancara daripada dipecat mendadak.*

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan