Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, November 18, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Etika Nebeng Mobil Teman Saat Pergi-Pulang Kerja, Sudah Lakukan Ini?

Topcareer.id – Punya teman kantor yang berangkat atau pulang kerja naik mobil dan satu arah enak banget. Kita bisa menumpang alias nebeng.

Tentu saja nebeng banyak keuntungannya. Kita bisa lebih cepat sampai kantor, tidak perlu berdesak-desakkan di angkutan umum, nggak kepanasan, serta bisa mengirit pengeluaran untuk transportasi.

Tapi harus diingat, yang namanya nebeng ya tetaplah menumpang. Seperti halnya kita menumpang tinggal di rumah orang, entah kerabat atau bukan, kita tak bisa berbuat seenak hati. Pun begitu dengan nebeng mobil teman kantor. Walau yang kamu tebengin ini teman dekat di kantor serta sudah kenal lama dan akrab, kamu tetaplah menumpang. Ada etika yang kamu harus patuhi saat nebeng.

Berikut ini etika nebeng mobil rekan sekantor yang wajib kamu lakukan, yang kami saring dari berbagai sumber.

Jangan terlalu sering
Memang sih, yang punya mobil nggak akan bicara langsung padamu. Tapi bila terlalu sering, kamu akan dianggap mengganggu. Sebab, bisa saja ia juga punya acara sendiri sebelum atau setelah kerja.

Berlaku sopan di dalam mobil orang
Meski hubungan kamu akrab dengan si empunya mobil, bukan berarti kamu boleh berbuat sesuka hati. Jadi, jangan teriak-teriak, berisik atau asyik sendiri di dalam mobilnya. Ingat, kamu menumpang dan yang bawa mobil bukan supirmu, tapi temanmu.

Tawarkan untuk bayar tol, parkir, atau bensin
Sudah ditebengi, lalu nggak mau keluar uang sama sekali? Duh, ketemu teman macam begini pasti bikin jengkel. Sebagai penebeng, kamu harus peka, kawanmu mengemudikan mobil bolak-balik rumah ke kantor tak gratis. Ia mesti bayar tol, parkir, dan bensin. Keberadaanmu sebagai yang numpang mobilnya seharusnya meringankan dia. Bila kemudian tawaran uangmu ditolaknya, setidaknya kamu sudah beritikad meringankan pengeluarannya, dan bukan semata ingin cari tumpangan gratis.

Hargai si pemilik mobil
Jadilah teman mengobrol yang baik selama perjalanan. Timpali omongannya, jadi pendengar yang baik. Sebaiknya hindari berdebat yang mengundang emosi. Bila apa yang dikatakannya tak kamu setujui, jangan mendebatnya dengan sengit. Hormati pandangannya. Selama perjalanan, jangan buang sampah sembarangan di mobilnya. Jangan juga kamu enak tertidur pulas, sementara temanmu yang menyetir. Bila kamu memang kecapekan dan butuh istirahat banget, minta ijin atau permisi padanya dahulu.

Temanmu bukan sopirmu
Maksudnya, usahakan nebeng teman sekantor yang pergi-pulang satu arah denganmu. Bila jalan ke rumahmu harus belok, sedangkan rumahnya masih lurus terus, jangan minta ia antarkan sampai ke rumahmu. Minta turun di situ. Kecuali keadaan mendesak banget, seperti kamu sedang sakit atau daerah menuju rawan di malam hari. Jika meminta hal itu, pastikan meminta dengan amat sopan.

Jangan lupa ucapkan terima kasih
Kecil sih, tapi ini penting banget. Sebuah ucapan terima kasih akan sangat berarti bagi temanmu. Untuk semua kerepotan dan perbuatan baik mengantarkanmu pergi-pulang ke kantor, masak kamu berterima kasih saja tak bisa? *

ade.irwansyah@gmail.com'
the authorAde Irwansyah

Leave a Reply