Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, November 18, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Seperti Apa Jenis Foto Makanan yang Banjir Likes di Instagram?

Topcareer.id – Apa yang membuat foto makanan di Instragram populer? Studi baru dari Annenberg School for Communication Universitas Pennsylvania, membeberkannya. Warna pun berpengaruh, kata studi itu.

Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Communication itu menyatakan secara singkat bahwa foto yang mematuhi “the rule of third” dalam prinsip komposisi fotografi umum, cenderung lebih menarik secara estetika.

The rule of third sendiri merupakan aturan dalam memosisikan objek di sepertiga bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Jumlah variasi warna yang moderat meningkatkan daya tarik estetika, tetapi intensitas warna tidak. Warna yang menarik, seperti merah dan oranye, membuat foto lebih disukai.

Foto-foto yang lebih kompleks secara visual

Coba pikir: semangkuk buah-buahan yang berbeda  menghasilkan niat berbagi dan daya tarik yang lebih besar. Yang mengejutkan, baik makanan sehat dan makanan yang tidak sehat cenderung menyenangkan, mengundang orang memberi like.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan gairah sangat penting dalam mendorong perilaku viral, seperti ‘likes’, jadi tidak mengherankan bahwa makanan yang lezat dan tidak sehat lebih menggiurkan,” kata Yilang Peng, kandidat doktor di Annenberg, mengajukan proyek penelitian dua tahun lalu.

Tapi, orang juga ingin mempertahankan citra diri yang positif, dan menyukai makanan sehat adalah salah satu cara untuk melakukan itu. Orang cenderung menyukai hal-hal di media sosial untuk mengekspresikan nilai, identitas, atau diri yang diinginkan.

“Makanan sehat adalah cara untuk membuat orang merasa nyaman dengan diri mereka sendiri,” tambahnya.

Saat ini, Peng mengatakan, makanan yang tidak sehat, seperti pencuci mulut, cenderung memenuhi Instagram, berpotensi menghadirkan norma-norma sosial diet yang menyesatkan.

Pengguna media sosial terjebak dalam apa yang disebut Peng “feedback loop,” di mana foto yang lezat tetapi tidak sehat menarik like dan komentar, sehingga mereka terus memposting foto serupa. Temuan penelitian juga memperkuat gagasan penafsiran warna berdasarkan konteks.

“Jika kamu memiliki foto makanan yang biru, orang tidak akan menyukainya – itu tenang (dan tidak membangkitkan), tetapi psikologi makanan menunjukkan alasan kita menyukai warna seperti merah, yang terkait dengan makanan, adalah karena buah-buahan menjadi merah ketika matang,” Peng menjelaskan.

“Kami telah berevolusi untuk mengembangkan visi ini yang memihak merah lebih dari hijau atau biru dalam makanan. Merah mungkin warna (positif) dalam makanan, tetapi darah, mungkin tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Peng menambahkan, penelitian ini adalah contoh luar biasa dari keefektifan computer vision untuk melakukan analisis visual. Dalam hal ini, digunakan untuk mengukur secara efisien dan akurat warna-warni foto.

Berdasarkan penelitian makanan, Peng selanjutnya menggunakan komputer untuk mengeksplorasi akun Instagram para politisi. Dengan menggunakan pengenalan wajah, dia akan menentukan foto mana yang cenderung lebih populer, berdasarkan isyarat visual seperti senyuman dan kerumunan dalam foto. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply