Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, November 23, 2019
redaksi@topcareer.id
Tren

Moeldoko: Industri 4.0 Jangan Hanya Dilihat Sebagai Tantangan

Topcareer.id – Pesatnya perkembangan teknologi hingga munculnya industri 4.0 terkadang dianggap sebagai penyebab musnahnya banyak pekerjaan. Tapi, akan lebih baik jika kita tidak hanya melihat dari sisi negatifnya saja.

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam Kuliah Umum Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini menyampaikan bahwa industri 4.0 bisa menjadi tantangan, tapi juga bisa menjadi peluang.

“Tergantung kita bagaimana mengadopsi dan beradaptasi dengan lingkungan itu. Kita bisa mengadopsi teknologi itu, tapi kita juga harus bisa mengadaptasi. Kalau tidak, kita bisa tertinggal,” kata Moeldoko di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Kamis (17/10/2019).

Ia menilai jika menengok persoalan pesatnya perkembangan teknologi, maka coba lihat dari berbagai sisi, tak hanya dari sisi ancaman atau tantangannya saja.  

Baca juga: Dennis Adhiswara Ajak Pelaku Bisnis Berteman dengan Masalah

Moeldoko mencontohkan banyak bisnis yang mampu membalik ancaman menjadi peluang. Apalagi jika dikaitkan dengan industri e-commerce yang tak bisa dipisahkan sebagai efek dari pesatnya kemajuan teknologi.

“Sebagai contoh ada di Jogja rumah kecil jual boneka dari kayu. Dulu sebelum masuk e-commerce belum tentu sebulan 50 boneka terjual. Sekarang masuk e-commerce bisa 50 ribu lebih dibuang ke luar negeri. Ini dahsyatnya teknologi,” tutur dia.

Baca juga: Tantangan SDM Unggul untuk Indonesia Maju di Era Revolusi Industri 4.0

Moeldoko melanjutkan, dari laporan McKinsey yang diterimanya, perkembangan industri e-commerce akan tumbuh pesat, bahkan mampu membantu perekonomian digital di Indonesia.

“Dalam sebuah proyeksi ekonomi ke depan tentang e-commerce, kita akan menghadapi gelombang yang luar biasa. E-commerce ini bisa tumbuh dengan pesat,” ucap dia.

Editor: Feby Ferdian

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply