Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, November 23, 2019
redaksi@topcareer.id
Tren

Ini Jawaban Kenapa Nadiem Makarim yang Dipilih jadi Mendikbud

Dok. Kompas

Topcareer.id – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan susunan kabinetnya pada Rabu (23/10/2019) kemarin. Kabinet Jokowi jilid 2 yang dinamai Kabinet Indonesia Maju ini menampilkan sejumlah wajah baru.Yang banyak disorot antara lain penunjukan Nadiem Anwar Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Kenapa Nadiem yang dikenal sebagai bos dan pendiri Gojek dipilih jadi menteri yang mengurus pendidikan?

Dipilihnya ia menjadi mendikbud tidak terlepas dari ketertarikan ia dibidang pendidikan belakang ini.

Baca juga: Ini Karier dan Prestasi Menteri Presiden Jokowi, Wishnutama

“Saya tidak terkejut, karena saya memang setahun lebih ini kenal dengan Pak Presiden walaupun membahas berbagai macam topik, ujung-ujungnya ke pendidikan lagi. Jadi setiap kali kita membahas semua masalah di negara ini, ujung-ujungnya solusinya ke masa depan yang bisa permanen, solusinya itu hanya di generasi berikutnya,” ungkapnya dilansir dari Kemnedikbud.go.id Kamis (24/10/2019).

Pria yang telah melepas status CEO di Gojek itu mengatakan, dirinya tidak pernah mengira akan bekerja di sektor pemerintahan. “Saya selalu merasa diri saya di social sector maupun di private sector. Hanya saja, dari dulu ada satu hal yang saya akan pertimbangkan dan saya ingin sekali mencoba memecahkan berbagai macam permasalahan, yaitu di (sektor) pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, ia memang sudah tertarik dengan pendidikan ketika ia masih bekerja di McKinsey. Saat itu ia menciptakan suatu misi yang namanya Young Leaders for Indonesia (YLI), yang erat kaitannya dengan masalah pendidikan.

Baca: ni Daftar Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi

YLI sendiri merupakan program pengembangan kepemimpinan intensif bagi mahasiswa yang berprestasi. Program yang menggunakan forum interaktif dan pendekatan kerja lapangan ini bertujuan membantu proses transisi mahasiswa yang duduk di tahun ketiga dan keempat ke dunia kerja yang profesional. Diharapkan hal itu juga meningkatkan keterampilan serta kepemimpinan mereka untuk dapat berkontribusi kepada Indonesia.

Sementara itu dalam kesempatan beramah-tamah dengan wartawan di Istana, Kamis (24/10/2019) kemarin, Presiden Jokowi menjawab kenapa untuk persoalan pendidikan ia meminta Nadiem yang mengurusnya.

“Kita negara yang besar dan luas. Kita memiliki 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota. Di sana tersebar sekolah yang terdiri dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga universiatas. Jumlahnya 300-an ribu sekolah, dengan 50-an juta pelajar,” beber Jokowi.

“Bayangkan mengelola sekolah, memanajemeni guru dan lain-lain sebanyak itu, dengan standar yang sama yang sudah ditentukan. Namun kita kini diberi peluang oleh yang namanya teknologi. Dengan teknologi, apa yang dulu mustahil kita lakukan jadi mungkin. Untuk itulah saya menunjuk Pak Nadiem.”

Jadi, bukan hal yang out the box ia dipilih Presiden Jokowi menjadi Mendikbud. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply