Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, November 23, 2019
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Job Interview: Rahasia yang Tak Dikatakan pada Calon Karyawan

Dok. Journal

Topcareer.id – Perekrut mungkin tampak mengintimidasi, tetapi mereka benar-benar menginginkan yang terbaik untuk kandidat dan perusahaan. Meski begitu, mereka tetap menginginkan yang terbaik untukmu. Tapi, ada beberapa hal yang tidak bisa mereka share ketika wawancara.

Glassdoor menghubungi Omer Molad, CEO dan Pendiri Vervoe, perusahaan rekrutmen yang menggantikan wawancara tatap muka dengan simulasi online untuk bisnis kecil dan menengah. Berikut beberapa rahasia yang sebenarnya ingin diberitahu oleh rekruter tapi tidak bisa.

1. “Kami bisa kasih gaji lebih tinggi jika kamu bernegosiasi.”

“Sangat sedikit (jika ada) perekrut yang sangat berani untuk mengatakan ‘kami mengambil keuntungan darimu dan kami tidak menghargaimu dengan nilai yang tinggi,’” kata Molad. Bahkan, sering ada kisaran gaji yang dimiliki perekrut untuk setiap posisi.

Tawaran gaji awal mereka sangat jarang di bagian atas patokan gaji mereka, sehingga gaji pokok – serta tunjangan seperti hari liburan, jam kerja, dan lain-lain biasanya dapat dinegosiasikan.

Baca juga: Cari Tahu Gaji Rekan Kerja Ternyata Berbahaya bagi Kariermu!

2. “Jangan berlebihan dengan kata kunci di resume–kami tahu.”

Cerdas memang ketika memasukkan kata kunci dalam resume dan tahu tentang industri khususmu. “Namun, jangan mencoba terlihat lebih pintar dari yang sebenarnya,” kata Molad. Keaslian adalah kuncinya. Perekrut dan majikan ingin kepribadianmu bersinar. Bukan cuma kemampuanmu untuk mengeluarkan kata-kata dan frasa.

3. “Kamu tidak pernah memiliki kesempatan lain setelah kesan pertama yang buruk itu.”

Kesan pertama adalah segalanya. Dan menurut Molad, beberapa perekrut bisa melewati kesan pertama yang buruk. Panggilan telepon yang tidak dijawab, tata krama yang buruk, dan wawancara yang ceroboh akan merusak peluangmu untuk melanjutkan ke babak berikutnya.

“Ini karena orang yang mewawancaraimu akan sering juga menjadi bos dan mentor di masa depan, sehingga sangat masuk akal jika mereka ingin mempekerjakan seseorang yang mereka sukai dan ingin bekerja sama dengan mereka,” kata pelatih karier Peter Yang.  

Baca juga: Perempuan di Seluruh Dunia, Jangan Mau Digaji Lebih Rendah dari Pria!

4. “Referensimu tidak terlalu bagus.”

Jika seorang perekrut atau manajer perekrutan ragu tentangmu, mereka tidak akan memberi tahu jika referensi yang tidak memuaskan hanya mengkonfirmasi keraguan mereka, kata Molad.

“Referensimu harus berbicara tentang kekuatanmu dalam situasi tertentu – bukan hanya informasi dasar,” tambah pakar SDM Jordan Perez.

5. “Kami sudah memberikan pekerjaan itu kepada karyawan internal.”

Sayangnya, sangat sah untuk mengiklankan pekerjaan yang hampir pasti akan diisi oleh orang dalam. Bahkan, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa karyawan internal umumnya berkinerja lebih baik daripada yang eksternal.

Meskipun peraturan tenaga kerja tidak mengharuskan pengusaha untuk mengirim lowongan, banyak departemen SDM meminta peran untuk dicantumkan di papan kerja selama beberapa periode waktu untuk memastikan proses perekrutan yang adil. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply