Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Rapat Membosankan? Coba Lakukan Ini (Bagian 2)

Dok. Getty Images

Topcareer.id – Sering enggak sih kamu merasa bosan dan merasa itu membuang-buang waktu kamu ketika rapat kerja berlangsung?

Well, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memperbaiki situasi ini. Dilansir dari Payscale.com, berikut 10 hal agar rapat tidak terasa membosankan.

Bagian kedua dari dua tulisan.

Baca juga: Rapat Membosankan? Coba Lakukan Ini (Bagian 1)

Gunakan “tiket bicara”
Cobalah memberi setiap orang 3 atau 4 “tiket berbicara” di awal pertemuan. Setiap kali mereka berkontribusi, mereka harus menyerahkan satu tiket. Ini membantu membatasi kontribusi rekan kerja yang cerewet dan membantu menjaga rapat agar tetap pada jalurnya.

Bawa makanan
Membawa makanan adalah cara cepat dan mudah untuk menghilangkan kebosanan. Jika tidak diperbolehkan, coba untuk menyelipkan permen yang manis atau asam, setidaknya ini dapat membantu menjaga suasana hati dan membuat kamu tidak mengantuk selama rapat.

Menenetukan agenda
Memberi peserta agenda tertulis, atau bahkan sekadar membahas rencana di awal adalah praktik terbaik dalam hal rapat. Kamu tentu tidak ingin orang-orang merasa terjebak tanpa tahu ke mana arah rapat tersebut dan berapa lama mereka akan terjebak di ruangan itu. Biarkan mereka tahu empat atau lima item agenda yang akan kamu bahas sebelumnya.

Bersenang-senang
Ketika karyawan sudah terlihat bosan saat rapat, cobalah untuk menghidupkan suasana dengan bermain atau bersenang-senang sebentar saja. Karena hal itu dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam jangka panjang. Kamu bisa menyelipkan sedikit permainan edukatif atau sedikit membicarakan sesuatu yang sedang tren saat itu.

Beri waktu tenang
Berbicara terus sepanjang rapat tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Terkadang, memberi waktu ketenangan dapat bermanfaat. Peserta rapat yang terlibat mungkin dapat menawarkan solusi dan ide yang lebih baik jika mereka diberi waktu yang tenang untuk berpikir.

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply