Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Tren

Tiongkok Keluarkan Larangan Bermain Game Pada Anak-anak, Indonesia Kapan?

(consciouslifenews)

Topcareer.id – Tiongkok resmi mengeluarkan larangan bermain game pada anak-anak. Larangan ini dikeluarkan dalam upaya untuk mengurangi tingkat kecanduan video game di negara tersebut.

Gamer di bawah usia 18 tahun akan dilarang bermain game online selama lebih dari 90 menit pada hari kerja dan dilarang bermain antara pukul 10 malam dan 8 pagi. Sedangkan pada akhir pekan dan hari libur nasional mereka hanya diizinkan bermain game selama tiga jam per hari.

Pedoman ini resmi dikeluarkan oleh Kantor Administrasi Umum untuk Penerbitan dan Publikasi Tiongkok dan segera diberlakukan secara langsung melalui platform permainan yang beroperasi di negara tersebut.

Baca Juga: Karakteristik Gamer Indonesia Masih Mainstream

Seorang juru bicara pemerintah seperti dilansir Independent, Selasa (12/11/2019) mengatakan kepada Kantor Berita Xinhua milik pemerintah bahwa langkah ini dirancang untuk melindungi kesehatan fisik dan mental anak di bawah umur.

Peraturan tersebut juga mencakup batasan jumlah uang yang dapat dihabiskan anak-anak dalam permainan, dengan gamer di bawah 16 tahun diizinkan untuk menghabiskan hingga 200 yuan atau setara dengan Rp 400.000 per bulan, dan mereka yang berusia antara 16 dan 18 tahun dapat menghabiskan 400 yuan atau Rp 800.000 per bulan.

Seperti diketahui Tiongkok adalah pasar game terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, tetapi pihak berwenang di negara itu telah berulang kali mengkritik dampak negatif video game terhadap kaum muda.

Sebuah studi pada tahun 2015 menemukan 500 juta warga Tiongkok menderita gangguan penglihatan yang disebabkan meningkatnya ponsel dan game online.

Meskipun tak ada konsensus ilmiah bahwa gangguan penglihatan disebabkan oleh video game tetapi negara-negara Asia Timur telah melihat peningkatan kondisi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia mengakui kecanduan video game sebagai gangguan kesehatan mental.*

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply