Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Jantung dan Diabetes Merenggut Nyawa Djaduk Ferianto. Ini Cara agar Kamu Tetap Sehat

Djaduk Ferianto. (dok. Joss)

Topcareer.id – Kombinasi antara diabetes dan riwayat penyakit jantung sungguh mematikan. Seniman Djaduk Ferianto meninggal dunia Rabu (13/11/2019) kemarin akibat serangan jantung. Diketahui kemudian, Djaduk juga mengidap penyakit diabetes.

Banyak kondisi menyebabkan masalah kesehatan di tempat kerja . Salah satu kondisi yang menjadi semakin lazim adalah diabetes.

Diabetes merupakan penyakit yang datang ketika tubuh tidak bisa memecah glukosa menjadi energi, baik karena tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk memetabolisme glukosa atau karena insulin yang diproduksi oleh tubuh tidak bekerja dengan baik.

Baca juga: Mengenang Djaduk Ferianto, Seniman Serba Bisa yang Telah Tiada

Mengutip fitforwork.org, berikut berbagai hal terkait diabetes yang perlu kamu tahu.

Ada dua jenis diabetes.

  • Diabetes tipe 1
    Berkembang ketika sel-sel penghasil insulin di pankreas telah dihancurkan sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan kadar glukosa normal. Ini menyumbang hanya sekitar 10% dari semua kasus diabetes dan dikendalikan melalui suntikan insulin seumur hidup.
  • Diabetes tipe 2 Ini terjadi ketika tubuh tidak membuat cukup insulin dan paling umum pada orang paruh baya atau lebih tua. Namun, kini penyakit diabetes tipe ini menjadi semakin umum pada orang yang lebih muda dan kelebihan berat badan. Ia sering dikaitkan dengan pilihan gaya hidup. Diabetes tipe 2 dapat dikontrol melalui diet dan olahraga.

Diabetes juga memiliki gejala yang sebaiknya dikenali agar menjadi perhatian. Gejala ini bisa terjadi kapanpun dan dimanapun termasuk di kantor tempat bekerja. Berikut ini gejalanya:

  • Sering merasa sangat haus
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Sangat cepat lapar
  • Terlalu mudah lelah
  • Penurunan berat badan atau hilangnya massa otot
  • Penyembuhan luka lambat
  • Penglihatan kabur
  • Sering sariawan.

Penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian bagi 80% penderita diabetes dan meningkatkan risiko pengembangan masalah kardiovaskular lainnya seperti serangan jantung, stroke, dan penyempitan pembuluh darah.

Diabetes juga bisa merusak pembuluh darah retina dan meningkatkan risiko kondisi lain seperti katarak dan glaukoma. Ginjal, yang menyaring limbah dari tubuh, bisa rusak oleh diabetes dan bisa menyebabkan gagal ginjal atau penyakit ginjal.

Orang dengan diabetes memiliki peningkatan risiko borok dan kerusakan pada kaki karena diabetes bisa merusak pembuluh darah dan saraf perifer.

Banyak orang bisa mengelola diabetes tanpa mempengaruhi pekerjaan mereka. Penting bagi perusahaan untuk mewaspadai risiko bagi karyawan dengan diabetes. Beberapa karyawan (terutama diabetes tipe 2) mungkin berjuang dengan melakukan pekerjaan shift karena perubahan waktu pengobatan dan diet bisa mempengaruhi seberapa stabil kondisi mereka. Jika gula darah penderita diabetes turun di bawah tingkat tertentu, mereka akan menderita episode hipoglikemik dan bahkan kehilangan kesadaran.

Perusahaan harus melakukan penilaian risiko dengan masukan dari karyawan, untuk memastikan mereka siap menghadapi situasi seperti itu. Penilaian harus mencakup pertimbangan sebagai berikut:

  • Seberapa stabil kondisi individu dan jenis perawatan yang mereka terima.
  • Apakah orang tersebut saat bekerja akan memiliki akses untuk istirahat makan teratur, dan kesempatan untuk menguji kadar glukosa darah mereka di tempat kerja.
  • Pertimbangkan tingkat dan keteraturan aktivitas kerja yang dilakukan oleh karyawan pengidap diabetes karena hal ini mempengaruhi tingkat glukosa dalam darah.
  • Perhatikan juga pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan yang mungkin menempatkan mereka pada risiko kehilangan kesadaran karena gula darah yang sangat rendah.

Editor: Ade Irwansyah

rinoprasetyo16@gmail.com'
the authorRino Prasetyo

Leave a Reply