Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Tren

Jangan Bekerja di 5 Negara Ini!

Warga Republik Afrika Tengah. (dok. Washington Post/Photo by Jack Lost)

Topcareer.id – Saat mencari bekerja biasanya kamu akan membayangkan mendapat gaji yang lumayan serta mendapat rekan dan lingkungan kerja yang menyenangkan. Tapi tidak semua tempat kerja memberikan ini semua, lho.

Dilansir dari Pri.org, Rabu (20/11/2019) ini negara yang tidak direkomendasikan untuk kamu mencari pekerjaan. Apa saja, ya? Yuk, kita intip.

Republik Afrika Tengah
Negara ini tidak memberikan jaminan hak bagi pekerjanya. Di sana anak dibawah umur yang bekerja dianggap biasa saja. Kementerian Tenaga Kerja dan Layanan Sipil juga tidak pernah mendefinisikan atau menegakkan standar kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

Baca juga: 7 Benefit yang Didapat Bila Jadi Karyawan Apple

Kamboja
Pekerja yang menuntut kondisi yang lebih baik di Kamboja akan dipecat secara tidak adil. Mereka juga mengalami intimidasi, penangkapan bahkan kekerasan. Bahkan pada bulan Januari, polisi Kamboja menembaki pekerja garmen yang menuntut upah minimum yang lebih tinggi dan menewaskan 3 orang. Beberapa pemrotes ditangkap, dan yang lain dipukuli oleh polisi pada aksi unjukrasa tersebut.

Suriah
Di negara ini pekerja digaji sangat rendah. Mereka juga harus menghadapi ancaman kematian dengan pemboman atau serangan lainnya setiap hari. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa ekonomi negara tersebut akan menuju kehancuran. Hal ini terlihat dari banyak bisnis di sana yang tutup. Banyak pekerja yang melarikan diri ke negara tetangga untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan aman. Bahkan setengah dari 5 juta tenaga kerja di Syria menjadi pengangguran.

Baca juga: Hal yang Membuat Karyawan Baru Gagal Lewati Masa Probation

China
China terkenal dengan upah pekerjanya yang rendah. Bahkan sekitar 200 pekerja di negara ini meninggal di tempat kerja setiap harinya. Dan banyak pekerja yang terkena penyakit pernapasan yang sering disebabkan oleh paparan debu yang menumpuk di paru-paru.

Korea Selatan
Salah satu perusahaan terbesar di negara itu, Samsung telah dituduh menggunakan sebanyak 10.000 pekerja ilegal. Pada Oktober 2013, salah satu pekerja di pusat layanan Samsung Choi Jong-beom melakukan bunuh diri karena merasa mendapat upah yang rendah dan kondisi kerja yang keras di perusahaan. Dia mengklaim sampai melewatkan makan untuk mengikuti ritme kerja yang diterapkan diperusahaan tersebut. Ia juga mengatakan jam kerjanya terlalu panjang yakni dimulai pukul 7 pagi dan selesai lebih dari jam 9 malam dan perusahaan tidak memberikannya hari libur.

Jadi masih mau bekerja di negara ini? *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply