Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Deregulasi dan Debirokratisasi Sistem Pendidikan Jadi Angin Segar buat Guru

Ilustrasi guru. (dok. KPUD Surabaya)

Topcareer.id – Salah satu hal yang sering jadi keluhan guru, yakni terkait administrasi seperti Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP). Tapi lewat pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, deregulasi dan debirokratisasi seolah jadi angin segar bagi guru di Indonesia.

“Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas,” salah satu kutipan pidato Mendikbud pada acara Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2019.

Nadiem juga mengakui bahwa pihaknya tengah berupaya menciptakan kesinambungan antara sistem pendidikan dan dunia industri yang salah satu caranya lewat deregulasi dan debirokratisasi.

Baca juga: Pusiiing… Ini yang Bikin Guru Stres Saat Bekerja

Hal itu diyakinkan oleh Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta bahwa hal-hal administratif seperti RPP itu harus dibenahi sehingga tidak membebani guru dalam kerjanya. Ananto menjelaskan, teknologi akan sangat dimanfaatkan untuk mempermudah administrasi ini.

“Administrasi dikurangi dan diserahkan pada teknologi. Nanti teknologi yang akan membantu administrasinya. Tapi gurunya lebih banyak kepada substansi menggarap anak-anaknya itu. Jangan sampai nulis sendiri, capek untuk itu,” kata Ananto kepada awak media selepan Diskusi Media HSBC di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Ananto menambahkan, nantinya guru juga diberi hak untuk berinovasi dalam mengajar. Pengisian rencana pembelajaran pun tak akan seragam seperti yang selama ini terjadi.

Baca juga: Trik Jadi Guru yang Baik bagi Siswa Namun Tetap Profesional

Menurut Ananto, selama ini kesuksesan guru masih sering diukur lewat kelengkapan administratif saja. Hal itu malah melupakan bagaimana proses belajar mengajar yang dinamis dan membangun siswa.   

“Tidak melihat prosesnya kayak apa, hasilnya kayak apa. Sekarang bergeser dari fungsi administrasi ke inovasi. Gimana inovasi ngajar guru itu. Sehingga nanti pangkat guru itu bukan dari administrasi tapi pada inovasinya,” ujar Ananto.

RPP bukin guru stres

Seperti diketahui bahwa RPP merupakan salah satu bagian administratif yang harus dipatuhi oleh guru dalam pekerjaannya. Namun, dari pengakuan salah satu guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YAPIA Pondok Aren, Murti Sulistia Ningsih yang diwawancarai Topcareer.id, RPP jadi hal yang bikin guru stres.

“Yang bikin stres itu bikin perangkat pembelajaran, prota (program tahunan), promes (program semester), silabus, KKM (kriteria ketuntasan minimal), dan lain-lain. Ibarat kalau mau jadi petani harus tahu cara macul, kapan nanem, kapan panen. Gitu,” ucap perempuan yang akrab disapa Tia ini.

Setiap guru atau pendidik biasanya akan diminta untuk membuat RPP secara lengkap dan sistematis agar pengajaran bisa berlangsung sesuai standar. RPP disusun berdasarkan mata pelajarannya atau subtema. Pembuatan RPP oleh pendidik dilakukan setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply