Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Wednesday, December 11, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kenapa Orang Baik di Kantor Banyak Dibenci?

Good job text on adhesive note at office

Topcareer.id – Apakah kamu termasuk orang yang baik hati dan suka menolong di kantor? Percaya atau tidak, perilaku itu tidak semuanya berakhir dengan efek yang baik. Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang paling suka membantu di tempat kerja bisa jadi adalah yang paling dibenci.

Orang yang ramah dan suka membantu ternyata sering menarik perhatian negatif, bahkan kebencian dari orang lain. Perilaku tersebut paling sering terlihat pada zaman ini di tempat kerja yang kompetitif di mana orang berlomba-lomba untuk penjualan atau promosi yang sama.

Baca juga: Hasil Penelitian: Lapar Picu Munculnya Ujaran Kebencian

Seperti dikutip dari laman Studyfinds, para peneliti merancang sebuah permainan yang menguji bagaimana orang-orang kooperatif dalam situasi kompetitif dan tidak kompetitif. Peserta dalam percobaan ditempatkan di salah satu dari dua lingkungan pengujian.

Setengah dari peserta memainkan permainan kerja sama. Peserta bermain dalam kelompok empat, dan diberi uang pada awal setiap babak yang bisa mereka simpan atau donasi. Uang yang disumbangkan dimasukkan ke dalam pot bersama, di mana uang itu digandakan dan kemudian dibagi secara merata di antara keempat pemain.

Hasil percobaan mengungkapkan banyak tentang persaingan. Peserta yang memainkan permainan donasi sederhana menjadi lebih kooperatif semakin lama mereka bermain, dengan donasi yang membantu kelompok secara keseluruhan meningkat di setiap babak. Ketika hukuman itu benar-benar terjadi, itu adalah “hukuman moralistik” yang ditujukan kepada para peserta yang tidak kooperatif.

Namun, untuk peserta pesaing lainnya, “hukuman antisosial” lebih umum dan ditujukan pada pemain yang paling kooperatif. Tidak ada peningkatan altruistik dalam donasi selama lima putaran.

Baca juga: 4 Tanda Kamu Dibenci Rekan Kerja

Peneliti menganalisis hasil percobaan. Mereka beralasan bahwa orang-orang di lingkungan kompetitif menjadi lebih egois dan kurang beramal terhadap orang lain. Tetapi ketika kompetisi dihapus, kerja sama meningkat dan hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak kooperatif.

Mereka mengatakan bahwa hukuman antisosial pada dasarnya adalah taktik mempertahankan diri. Ketika orang berada dalam situasi di mana mereka ingin dipilih, mereka tidak suka orang lain membuat mereka terlihat buruk.

Jadi pesaing punya dua pilihan. Mereka dapat membuat diri mereka terlihat lebih baik dengan mencoba mengalahkan yang berbuat baik, atau mereka dapat membuat orang yang baik terlihat buruk.

Editor: Feby Ferdian

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply