Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Awas, Polusi Udara dalam Ruangan Juga Berbahaya!

Ilustrasi. (dok. Scitech Daily)

Topcareer.id – Mungkin sudah banyak yang tahu kalau kualitas udara kota besar seperti Jakarta sangat buruk. Hal itu membuat banyak orang ke mana-mana memakai masker. Setelah sampai kantor, masker dilepas. Tapi masalahnya, apa udara dalam ruang kantor juga baik untuk kita hirup?

Sudah menjadi kodrat manusia memerlukan zat oksigen untuk bernafas. Idealnya udara yang kita hirup adalah udara bebas polutan dan kandungan zat berbahaya lainnya. Permasalahannya, dalam pandangan awam, kita agak sulit membedakan mana udara yang bersih dan mana yang tercemar.

Pada udara dengan tingkat polusi tinggi, kita bisa mendeteksi dari bau dan warna. Nah, bagaimana dengan udara yang kita hirup di dalam ruangan, baik itu ruang kantor, kamar tidur, ruang belajar, ruang santai dan ruang lainnya.

Baca juga: Polusi Ternyata Pengaruhi Produktivitas Kerja

Environmental Protection Agency (EPA) menempatkan polusi udara dalam ruangan sebagai salah satu dari 5 dampak lingkungan paling berbahaya bagi publik dan mengidentifikasi polusi udara dalam ruangan sebagai salah satu penyebab resiko kesehatan terbesar saat ini.

EPA menunjukkan bahwa tingkat polusi dalam ruangan dapat mencapai 2 sampai 5 kali lebih tinggi daripada polusi udara di luar ruangan. Bahkan dalam berbagai kesempatan, konsentrasi polutan dapat mencapai hingga 100 kali lipat.

Penurunan kualitas udara dalam ruangan ini terjadi sejak lebih dari 40 tahun belakangan ini. Hal tersebut terjadi lantaran perubahan cara pembangunan rumah tinggal maupun bangunan zaman sekarang. Sekarang, rumah maupungedung perkantoran dibangun sedemikian rupa untuk menjaga udara tetap berada dalam ruangan setiap saat.

Sehingga, udara dalam ruangan tetap hangat kala musim dingin dan dingin kala musim panas. Model Tight homes digemari karena lebih hemat energi, namun juga menyimpan polutan pemicu alergi, racun dan agen pembawa penyakit menular lebih erat lagi.

Itu sebabnya kenapa pada penelitian terbaru menunjukkan semakin banyak pengidap gangguan asma, alergi dan berbagai penyakit pernapasan lainnya. Kini semakin banyak orang yang menghirup partikel-partikel berbahaya dalam kadar tinggi selama berada di dalam ruangan.

ade.irwansyah@gmail.com'
the authorAde Irwansyah

Leave a Reply