Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Tanda-tanda Atasan Kamu Pimpinan Yang Buruk

Ilustrasi (Dok. Six Seconds)

Topcareer.id – Ada banyak artikel yang beredar tentang pemimpin hebat, lalu bagaimana dengan pemimpin yang buruk?

Tidak semua pemimpin itu hebat, apalagi jika politik kantor sudah merajalela. Seorang yang tidak kompeten atau memiliki sikap yang buruk pun bisa dengan mudahnya menjadi pimpinan.

Mengutip bernardmarr.com, Senin (02/12/2019), sifat-sifat berikut ini bisa menjadi ciri-ciri seorang pimpinan yang buruk.

Kurang empati
Jika seorang pimpinan tidak bisa menempatkan dirinya pada posisi orang lain dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, mereka tidak akan pernah menjadi pemimpin hebat.

Takut perubahan
Perubahan itu menakutkan bagi semua orang, terutama ketika melibatkan banyak uang atau pekerjaan. Para pemimpin yang tidak bisa menerima perubahan layak untuk ditinggalkan.

Baca juga: Bingung Memahami Atasan Atau Rekan Kerja? Coba Trik Ini

Terlalu mau berkompromi
Kemampuan win win solution penting dimiliki oleh pemimpin. Jika tidak bisa menemukan keseimbangan antara memahami kapan harus menyerah dan kapan harus bertahan, maka ia belum bisa jadi pemimpin yang baik.

Terlalu suka memerintah
Seseorang yang hanya bisa memerintah orang lain tidak mungkin menimbulkan kesetiaan atau membuat bawahan merasa diberdayakan. Pemimpin terbaik memiliki skill delegasi terbaik.

Plin plan
Para pemimpin harus membuat keputusan. Jika pimpinan selalu bimbang pada pilihan besar, ini menunjukkan kurangnya kepercayaan diri.

Baca juga: 7 Cara Profesional Menolak Pekerjaan dari Atasan

Buruk dalam menilai
Seorang pemimpin yang buta dalam menilai kinerja bawahan dan hanya memilih orang yang dekat dengannya jelas merupakan tanda pimpinan yang buruk.

Tidak seimbang
Kurangnya keseimbangan dalam memimpin bisa jadi awal dari kejenuhan. Ini juga menandakan bahwa pimpinan memiliki harapan yang tidak masuk akal dari para bawahannya.

Kurangnya rendah hati
Pimpinan yang menganggap dirinya selalu benar sehingga merasa harus selalu mengawasi dan memberi arahan harus intropeksi diri. Mikro manajemen seperti itu tidak dibutuhkan untuk menjadi pemimpin hebat.

Editor: Feby Ferdian

rinoprasetyo16@gmail.com'
the authorRino Prasetyo

Leave a Reply