Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 8, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Kebiasaan Buruk yang Timbul Akibat Kerja di Luar Kantor

Ilustrasi (Dok. Glassdor)

Topcareer.id – Bekerja di luar kantor atau remote working bukan lagi hal aneh. Kini kian banyak perusahaan yang memungkinkan karyawannya bekerja dari rumah atau kafe daripada sebelumnya. Namun, ada kalanya kebebasan itu malah mengembangkan kebiasaan buruk dalam bekerja.

“Bekerja dari jarak jauh tidak serta merta menghilangkan kebiasaan buruk, tapi justru menciptakan bintik-bintik buta untuk kebiasaan buruk berkembang,” kata Mason Traveil, Manajer Sumber Daya Manusia di Koi LLC dalam laman Business News Daily.

Menurut Freek Vermeulen, Profesor Strategi dan Kewirausahaan di London Business School, bekerja dari rumah mungkin memiliki komplikasi dan kelemahan. Maka, hindari perilaku ini saat bekerja dari jarak jauh.

Tidak membangun budaya kerja

Budaya perusahaan yang kuat penting untuk semua bisnis kecil. Namun, ketika karyawan mendapat kesempatan untuk bekerja dari rumah, mereka sering mengabaikan konsep ini.

“Setiap perusahaan ingin dan perlu menciptakan suasana yang mengirimkan pesan tentang lingkungan kerja yang luar biasa, dan banyak profesional SDM bekerja sangat keras dalam membangunnya,” kata Traveil.

Namun, lanjutnya, upaya ini cenderung hilang pada karyawan yang bekerja dari jarak jauh. Vermeulen menyatakan bahwa ketika orang tidak ditempatkan bersama, mereka sering kehilangan kecepatan, penyesuaian dan inovasi. Hal ini bahkan sering terjadi ketika mereka mengerjakan proyek kelompok.

Baca juga; Ingin Pekerjaan Lancar? Dekati 7 Orang Ini di Kantor

Meladeni gangguan

Ketika bekerja di lingkungan yang sama di mana kamu bisa bersantai, tidur atau menghabiskan waktu luang, kamu mungkin akan berjuang untuk tetap termotivasi dan fokus. Traveil menyatakan bahwa dengan sedikit atau tanpa pengawasan, mudah sekali fokus kita teralihkan.

“Karyawan virtual juga lebih rentan terhadap berbagai gangguan seperti anak-anak, hewan peliharaan, TV, dan masalah kehidupan rumah tangga lainnya,” katanya. Vermeulen mengatakan beberapa orang bahkan mungkin tidak bekerja sama sekali, apakah itu disengaja atau tidak.

Meremehkan komunikasi tatap muka

Meskipun kamu dapat berkomunikasi dengan pekerja lain tanpa berada di kantor, berkomunikasi secara pribadi tetap penting. Vermeulen menyatakan bahwa masalah terbesar dengan kerja jarak jauh adalah kurangnya komunikasi tatap muka.

Ketika kamu berbicara dengan seseorang melalui videocall atau hanya telepon, kamu sering kehilangan kesempatan untuk terhubung dengan mereka di tingkat yang lebih pribadi. Ini memengaruhi kinerja dan hubungan seluruh perusahaan. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan