Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, August 13, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Begini Cara Mahasiswa Swedia Lepaskan Stres. Yuk, Dicoba

Ilustrasi. (dok. MLtours)

Topcareer.id – Fenomena lokal ini telah lumrah terjadi di lingkungan Flogsta Uppsala, Swedia. Sejak setidaknya tahun 1980-an, penduduk setempat menyebutnya Flogsta Scream. Sering berlangsung sekitar pukul 10 setiap malam. Sekelompok mahasiswa akan bersandar keluar dari jendela tempat tinggal mereka masing-masing dan saling menjerit.

Daerah perumahan Lappkärrsberget dekat Universitas Stockholm juga memiliki jeritan lingkungan, yang dikenal sebagai Lappkärr Cry, sementara mahasiswa Universitas Lund di lingkungan Delphi, Swedia, turut serta dalam Delphi Roar. Di Lappkärrsberget sering disebut sebagai Jeritan Selasa Malam. Daerah Delphi dijuluki “deru sebelas,” karena teriakan sering terjadi pada pukul 11 malam.

Mengutip Mentalfloss.com, Senin (16/12/2019), jeritan umumnya berlangsung antara satu hingga dua menit, mereka bervariasi berdasarkan kasus. Beberapa malah bisa berteriak hingga 10 menit.

Baca juga: Morning Person Vs Night Owl, Mana Lebih Baik Saat Kerja?

Dasar ilmiah di balik tradisi aneh ini juga bervariasi. Beberapa orang sekitar mengatakan bahwa dalam kasus Flogsta, praktik ini dimulai oleh mahasiswa dari program studi fisika di Uppsala yang perlu melepaskan stres dan kecemasan selama musim ujian. Sumber lain mengatakan itu dimulai sebagai peringatan untuk seorang mahasiswa yang bunuh diri.

Hal ini tidak terjadi di seluruh Swedia, hanya di Uppsala, Lund, atau Stockholm, dan hanya di lingkungan kampus universitas tertentu. Katakanlah kamu sedang berada di pusat kota Gothenburg dan mulai berteriak, lalu kamu berharap orang-orang bergabung dengan kamu. Yang ada justru kamu akan mengganggu orang Swedia.

Namun, jika kamu menemukan diri sedang berada di lingkungan Flogsta dekat Universitas Uppsala Swedia sekitar jam 10 atau 11 malam hari dan kamu berani, mungkin kamu bisa mencoba berteriak dan teriakanmu bisa jadi disambut dengan teriakan dari para mahasiswa lain di sekitar tempat tersebut. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply