Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 20, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Cara Positif Hadapi Penolakan di Tempat Kerja

Sumber foto: EirkooSumber foto: Eirkoo

Topcareer.id – Belajarlah untuk menangani penolakan secara efektif. Kamu mungkin sedih saat mengalami penolakan di tempat kerja, tetapi kamu tidak boleh larut dalam kesedihan yang bisa menurunkan kinerja.

Saat menerima penolakan, pertimbangkanlah penolakan tersebut seobjektif mungkin. Jangan selalu beranggapan bahwa penolakan adalah sesuatu yang mengakibatkan kehancuran.

Dikutip dari fortune.com, Selasa (17/12/2019), berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat kamu menghadapi penolakan di tampat kerja.

  • Jangan biarkan penolakan menentukan dirimu
    Ingatlah bahwa penolakan pasti terjadi pada semua orang, bahkan orang yang paling sukses sekalipun. Tidak ada yang sempurna dan itulah keindahannya. Simpan segala sesuatunya dalam perspektif positif dan ingatlah bahwa dirimu lebih berharga dari sekadar proyek.
  • Rayakan saja
    Pertimbangkanlah penolakan dan kegagalanmu sebagai tiket untuk menuju keberhasilan di masa depan. Rayakanlah sambil mencoba melakukan sesuatu yang berbeda (atau lebih baik) dan tingkatkan peluang untuk tumbuh.
  • Rehat dan beri penilaian
    Setiap penolakan merupakan kesempatan untuk mengambil langkah mundur dan benar-benar menilai apakah kamu berada di jalan yang benar dalam bekerja.
  • Jangan sembunyikan
    Bicaralah tentang penolakanmu dengan penasihat atau mentor tepercaya, serta dengan rekan kerja. Ini memberi kamu kesempatan untuk memproses situasi dan mendapatkan pendapat dari luar tentang apa yang bisa kamu lakukan secara berbeda di lain waktu.
  • Kalibrasi ulang dan coba lagi
    Penolakan tidak berarti bahwa kamu sudah selesai dengan masalah tersebut. Tantang diri kamu untuk menemukan pendekatan alternatif. Kemungkinan kamu bisa menemukan solusi yang lebih kuat dan lebih kreatif daripada yang kamu lakukan sebelumnya.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply