TopCareerID

Coba Mulai Digital Detox Biar Nggak Gampang Stres

Topcareer.id/Pixabay

Topcareer.id – Bahaya dari ketagihan bermain gadget di smartphone termasuk sosial media bisa diimbangi dengan digital detox atau social media detox. Istilah ini mulai sering didengar di tengah kencangnya angin perkembangan teknologi.

Di zaman serba teknologi ini, rasanya sulit memisahkan seseorang dengan smartphone. Zaman di mana smartphone dapat mempermudah segala bentuk aktivitas manusia, meskipun dalam hal-hal yang kecil.

Namun, survei yang dilakukan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa hubungan kita dengan teknologi dan media sosial dapat memiliki dampak besar pada stres dan kesehatan.

Bahkan, tidak cuma membawa efek stres atau kecemasan, mereka (responden survei) merasa bahwa teknologi dan sosial media membuat mereka jauh dari keluarga meski sedang bersama-sama.

Kebanyakan orang Amerika yang disurvei (65 persen) mengatakan bahwa digital detox atau rehat sejenak dari perangkat digital dianggap menjadi cara yang baik untuk menjaga kesehatan mental. Lalu bagaimana memulai digital detox ini, berikut beberapa tips dari Phsychology Today.

Baca juga: Smartphone Mengurangi Kebahagiaanmu, Ini Sebabnya

1. Hilangkan gangguan

Penulis buku “Log Off,” Blake Snow menyebutkan teori empat booster, mereka adalah keluarga, teman, kesehatan dan pekerjaan. Nah, apapun di luar itu terkait keempat booster tersebut, maka harus dihilangkan.

“Itu berarti tidak ada peringatan, bunyi bip, dengungan, atau pemberitahuan apapun, mungkin dengan pengecualian pesan suara untuk keadaan darurat,” kata Blake Snow.

2. Jangan agungkan kesibukan

Lucu rasanya ketika kita bangga dengan menjadi orang yang super sibuk. Parahnya, internet membuat semuanya tampak “sibuk” semakin tanpa batas. Jadi, cobalah berhati-hati dalam mempergunakan waktu yang tepat selama 24 jam. Jangan mengagungkan kesibukan.

Malah kadang menjadi “tetap sibuk” tampak lebih mudah daripada meluangkan waktu untuk mengejar apa yang benar-benar membuat kita bahagia.

Baca juga: Benarkah Mengetik di Smartphone Rawan Typo?

3. Tanyakan “kenapa” tiap kamu ambil smartphone

Tentu saja, smartphone adalah alat yang berguna untuk menemukan jawaban, tetap berhubungan dengan teman, atau bahkan memeriksa waktu. Tetapi seringkali, kita menggunakan telepon untuk mengalihkan perhatian, menghindari, atau mengabaikan apapun yang terjadi tepat di depan kita.

“Saya benar-benar percaya bahwa menyimpan handphone di saku adalah salah satu hal paling berani yang dapat dilakukan,” kata Blake dalam buku itu.

Menyimpan smartphone di saku jadi hal yang sulit dilakukan ketika duduk dengan sekelompok orang yang sibuk dengan smartphone mereka. Bermain ponsel pun dijadikan selimut keamanan.

Baca juga: Kamera Smartphone Tak Sekadar Buat Foto. Apa Manfaat Lainnya?

4. Coba gunakan rule of thirds

Bagilah hidup menjadi tiga bagian. Delapan jam untuk bekerja, 8 jam untuk tidur, dan 8 jam free. Bekerja lebih banyak sebenarnya tidak membuat seseorang lebih produktif. Bekerja cerdas dan menjaga waktu bebas memungkinkan pikiran kita berkelana dengan cara yang membuat jam kerja lebih efektif.

5. Secara berkala, bebaskan diri dari gadget

Ya, secara harfiah bebas. Blake mengatakan bahwa keluarganya akan menghabiskan satu minggu penuh — sekali di musim semi dan satu kali di musim gugur — tanpa alat elektronik. “Setelah mencoba teknik ini sendiri tahun lalu, saya tidak bisa melebih-lebihkan seberapa positif efeknya.” *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version