- Advertisement -
TopCareerID

Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Thursday, January 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Setelah Pensiun, Hati-Hati Penurunan Kognisi Otak Menghantui

Ilustrasi (dok. Daily Express)

Topcareer.id – Kadang, kamu perlu bersyukur karena telah disibukkan oleh beragam pekerjaan kantor, ini dan itu. Karena selepas pensiun atau memutuskan untuk pensiun dini, ada konsekuensi turunnya kesehatan kognitif seiring waktu.

Penelitian baru menemukan bahwa pensiun dini dapat mempercepat penurunan kognitif, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh fakultas di SUNY Binghamton University.

Jawabannya datang dari China, di mana harapan hidup telah meningkat selama beberapa dekade terakhir. Kombinasikan itu dengan tren lain, penurunan kesuburan, dan hasilnya adalah populasi lansia yang besar dan kebutuhan baru untuk program pensiun yang lebih kuat.

Plamen Nikolov, asisten profesor ekonomi, dan Alan Adelman, seorang mahasiswa doktoral di bidang ekonomi, memeriksa data dari program pensiun formal Tiongkok, New Rural Pension Scheme (NRPS) dan Chinese Health and Retirement Longitudinal Survey untuk mengetahui efek kognitif pada penerimaan pensiun untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Ini Bahasa Tubuh yang Perlu Kamu Gunakan di Kantor Setiap Hari

Apa yang mereka temukan adalah bahwa orang yang menerima tunjangan pensiun mengalami penurunan kognitif yang lebih cepat daripada rekan mereka yang masih bekerja.

“Karena ledakan demografis yang besar ini, Tiongkok memperkenalkan program pensiun formal (disebut NRPS) di bagian pedesaan negara itu. Program ini diperkenalkan berdasarkan kebutuhan dan kapasitas ekonomi, khususnya, untuk mengurangi kemiskinan di usia tua, ”kata Nikolov dalam rilisnya yang ditulis dalam laman The Ladders.

Aktivitas mental menurun

Di bagian pedesaan negara itu, kata dia, fasilitas perawatan berbasis keluarga tradisional (pengobatan) untuk lansia sebagian besar telah rusak, tanpa mekanisme formal yang memadai untuk menggantikannya.

Para peneliti menyimpulkan, aktivitas mental yang menurun. Indikator penurunan mental yang paling menonjol di antara para pensiunan adalah keterlambatan mengingat (yang berarti memiliki kesulitan mengingat atau memahami kata-kata), suatu sifat yang dianggap sebagai prediktor demensia.

Perempuan menunjukkan penurunan penurunan kognitif yang lebih tajam setelah pensiun dini. Temuan penelitian ini telah menjadi preseden. Hasilnya mirip dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada efek pensiun pada orang tua yang tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.

“Keterlibatan dan keterhubungan sosial mungkin menjadi faktor tunggal yang paling kuat untuk kinerja kognitif di usia tua,” kata Nikolov.

Nikolov mengatakan dia berharap penelitian ini akan mendorong kebijakan baru untuk meningkatkan fungsi kognitif orang lanjut usia selama pensiun. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply