Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, August 11, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Apa yang Bikin Pasangan Ribut Saat Liburan? Jawabannya Bukan Uang

Ilustrasi. (dok. Shutterstock)

Topcareer.id – Ada banyak hal yang diperdebatkan pasangan ketika akan liburan, seperti destinasi, berapa banyak uang untuk dibelanjakan, siapa yang mengambil foto Instagram terbaik. Namun menurut sebuah penelitian baru, salah satu konflik terbesar antara pasangan yang sedang berlibur adalah pekerjaan.

Sebanyak 54 persen dari responden dalam survei baru-baru ini oleh perusahaan konsultan Korn Ferry mengatakan mereka telah berdebat dengan pasangan atau orang penting lainnya soal bekerja terlalu banyak selama liburan.

Survei yang dilakukan pada Mei 2019 ini mensurvei 1.070 orang. Survei itu  menemukan bahwa hampir setengah dari responden (45 persen) memeriksa pekerjaan mereka beberapa kali sehari saat berlibur. Dari semua yang disurvei, tidak satu orang mengatakan mereka benar-benar terputus dari pekerjaan selama liburan.

“Di tempat kerja hari ini, sebagian besar karyawan tidak memiliki kemewahan meninggalkan pekerjaan sepenuhnya saat berlibur,” Mark Royal, mitra senior dan spesialis engagement dengan Korn Ferry, dalam laman Travel and Leisure.

Baca juga: Kehilangan Motivasi Kerja usai Liburan? Pulihkan lewat Cara Ini

“Membersihkan tumpukan pekerjaan dan tanggung jawab kerja itu memang sulit, tetapi merencanakan hal itu lebih baik. Sehingga kamu bisa memiliki waktu untuk berhenti dan menegosiasikan waktu yang cukup bagi teman dan keluarga, karena itu adalah suatu keharusan,” katanya dalam pernyataan itu.”

Royal mengatakan penelitian perusahaan menunjukkan bahwa orang lebih stres di tempat kerja daripada tahun-tahun terakhir, dan stres memiliki dampak negatif pada hubungan pribadi mereka.

Liburan seharusnya mengurangi stres, tetapi alasan utama orang mengatakan bahwa mereka berurusan dengan pekerjaan selama liburan karena ‘putting out fires’ (47 persen), diikuti oleh kekhawatiran tentang peningkatan beban kerja setelah kembali bekerja (29 persen). Sembilan belas persen orang yang disurvei mengatakan itu karena mereka senang bekerja.

Sementara, 95 persen orang yang disurvei mengatakan mereka berniat berlibur setidaknya selama satu minggu, 65 persen mengatakan mereka harus memotong liburan pendek karena tekanan dari pekerjaan. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply