Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, August 15, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Indonesia dan Inggris Memantapkan Kerja Sama Riset dan Inovasi

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins (kiri). Foto : Dok. Kementistek

Topcareer.id – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro, menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, pada Jumat (27/12).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mendiskusikan program-program kerja sama bilateral bidang Iptek dan Inovasi yang sedang berjalan, maupun yang akan direncanakan kemudian antara Indonesia dan Inggris setelah restrukturisasi kementerian dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjadi Kemenristek/BRIN.

Duta Besar Owen Jenkins menyampaikan sejumlah agenda berkenaan dengan program-program Newton Fund seperti Newton Prize yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 14 Januari 2020 dan di London pada 12 Februari 2020. “Saya mengundang Bapak Menristek/Ka.BRIN untuk dapat hadir pada kedua kegiatan tersebut dan memberikan informasi tentang perkembangan kebijakan Iptek dan Inovasi, serta program prioritas Kemenristek/BRIN 5 (lima) tahun ke depan,” ujar Duta Besar Owen Jenkins.

Selain itu, Duta Besar Owen Jenkins juga menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Inggris di Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Attachè’s Networks. Kegiatan Attachè’s Networks akan mempertemukan para science attaché dari negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Belanda, Australia dan New Zealand. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memahami struktur organisasi, prioritas dan arah kebijakan Kemenristek/BRIN, antara lain perijinan penelitian asing (foreign research permit – FRP), sehingga negara-negara yang tergabung dalam pertemuan tersebut dapat berkontribusi secara maksimal dalam bekerja sama dengan Kemenristek/BRIN.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan juga kepada Dubes Amerika Serikat, saya akan berusaha hadir atau mengutus Deputi Menteri Risbang untuk hadir dan menjelaskan secara detil tentang peraturan terkait perizinan peneliti asing, agar jelas dan tidak mempercayai rumor yang beredar terutama terkait dengan sanksi kepada peneliti asing. Indonesia akan mendukung kerjasama penelitian bersama-sama mitra asing berdasarkan mutual benefit, jadi tentu saja Kementerian kami tidak akan mempersulit perijinan penelitian asing, asal peneliti asing mengikuti prosedur yang berlaku. Saya akan menugaskan Deputi Menteri Risbang dan jajarannya untuk mensosialisasikan kembali peraturan tersebut secara berkesinambunga,” jelas Menristek Bambang menanggapi.

Menristek Bambang juga mengungkapkan respon positifnya atas kegiatan-kegiatan kerjasama Iptek Indonesia Inggris yang telah berjalan dan berharap Kemenristek/BRIN dapat turut berkontribusi secara optimal pada kegiatan-kegiatan tersebut. Beliau juga turut menyampaikan bahwa Kemenristek/BRIN saat ini berusaha mewujudkan inovasi dengan cara menghilirisasikan (downstreaming) aktivitas riset ke arah komersial melalui 3 (tiga) prioritas sebagai berikut:

(1) Memenuhi kebutuhan inovasi yang dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti dari kalangan nelayan dan petani (pertanian dan perikanan),

(2) Mempromosikan dan atau menciptakan inovasi yang dapat menghasilkan nilai tambah (‘added value innovations’),

(3) Berupaya untuk lebih meningkatkan konten lokal dalam penciptaan teknologi dan inovasi di Indonesia.

Sehubungan dengan Memorandum on Understanding (MoU) bidang Riset dan Inovasi yang telah habis masa berlakunya pada Juli 2019, Indonesia dan Inggris berencana untuk memperpanjang MoU tersebut dan merampungkannya pada Januari 2020 agar kerja sama Indonesia dan Inggris ke depan dapat bernaung dalam suatu payung hukum.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada Marsudi, serta Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ocky Karna Radjasa.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply