Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, October 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Sosok

Cerita Jack Ma Tak Mau Pekerjanya dari Sekolah Bergengsi

Jack Ma. (dok. Business Insider)

Topcareer.id – Umumnya perusahaan dengan senang hati merekrut pelamar yang berasal dari sekolah bonafid. Namun sebaliknya CEO Alibaba, Jack Ma selama bertahun-tahun berkeras tidak mau merekrut atau mempekerjakan kandidat dengan latar pendidikan yang baik.

Dilansir dari Nextshark.com Kamis (2/1/2020), menurut Ma, Kebijaksanaan adalah hal yang lebih dibutuhkan ketimbangan pengetahuan yang didapatkan di bangku sekolah, meskipun orang tersebut memiliki gelar dan berasal dari sekolah terbaik di bumi ini.

“Tidak perlu belajar sampai mendapat gelar MBA (Master of Business Administration). Sebagian besar lulusan MBA tidak berguna, kecuali mereka kembali dari studi MBA dan melupakan apa yang telah mereka pelajari di sekolah, maka mereka akan berguna. Karena sekolah hanya mengajarkan pengetahuan dan dalam bisnis yang dibutuhkan adalah kebijaksanaan.” ungkapnya.

Baca juga: Jack Ma: Artificial Intelligence Kurangi Jam Kerja Manusia

Ia juga menyebutkan kebijaksanaan dapat diperoleh melalui pengalaman, sedangkan pengetahuan bisa diperoleh melalui kerja keras.

Ma berpikir bahwa kandidat yanbg berasal dari perguruan tinggi terbaik atau biasa disebut “elit perguruan tinggi” memiliki kecenderungan untuk mudah frustrasi ketika dihadapkan dengan tantangan dunia nyata.

Ma juga menceritakan, saat memulai bisnisnya ia berhasil menggembangkan modal yang awalnya hanya USD 50 ribu menjadi USD 5 juta, kemudian ia memutuskan untuk mempekerjakan 10 orang terbaik yang berasal dari perusahaan multinasional, termasuk yang mengurusi bidang pemasaran.

Baca juga: Baru Bekerja? Dengarkan Nasihat Jack Ma Berikut Ini

Ma meminta mereka membuat rencana bisnis. Namun, yang didapat Ma bukan rencana bisnis yang sesuai dengan kondisi keuangannya, melainkan rencana bisnis yang melampaui kemampuannya. Saat ditanya mengapa mereka memberikan rencana bisnis seperti itu, tim pemasaran itu berkelit walaupun mereka belum pernah mengerjakan rencana bisnis dengan modal yang kecil.

Dari situlah Ma percaya, mempekerjakan orang yang terbaik belum tentu tepat. Pilihan yang paling baik adalah mempekerjakan orang dengan mental yang kuat dan dilatih sendiri oleh perusahaan.

Dengan orang-orang yang tepat di belakangnya ini, Ma mampu mengubah Alibaba menjadi e-commerce multinasional, ritel, Internet, AI, dan berhasil mejadi konglomerat teknologi yang dianggap sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia saat ini. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply