Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, July 11, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Yang Pertama Kali Dianalisis Psikolog dari Pasien

Ilustrasi: Indoindians.comIlustrasi: Indoindians.com

Topcareer.id – Seorang psikolog diberi keahlian dan kemampuan untuk membaca perilaku seseorang yang berkaitan dengan lingkungannya. Jadi, ketika pasien datang ke mereka, hal pertama yang mungkin dilakukan oleh psikolog adalah menganalisis dan memerhatikan dengan seksama.

Kira-kira apa hal pertama yang dianalisis atau diperhatikan oleh psikolog dan terapis pada klien barunya? Seorang dokter psikolog di New York, Julie Gurner mengatakan bahwa ada dua hal yang ia analisis ketika bertemu klien baru.

“Pertama-tama saya memerhatikan sikap dan keterlibatan mereka secara keseluruhan, termasuk kenapa mereka datang ke terapi. Kamu bisa segera mengetahui siapa yang tidak ingin berada di sana dan siapa yang menginginkannya. Saya mau orang-orang yang benar-benar ingin berada di sana,” kata Gurner dalam Quora.  

Baca juga: Wajib Tahu: Perbedaan Psikiater dan Psikolog

Menurutnya, orang-orang yang benar-benar ingin datang ke terapis menunjukkannya dalam beberapa cara. Ada yang rendah tetapi bersyukur, ada yang mengajukan banyak pertanyaan, dan ada yang ingin memulai atau ingin tahu.

“Kedua, saya perhatikan seberapa baik mereka memerhatikan, menyerap apa yang saya katakan, dan kecepatan mereka memproses apa yang saya berikan atau katakan,” ujar Gurner.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa hal itu tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai penilaian. Kadang-kadang orang yang sangat tertekan atau cemas akan memiliki beberapa masalah dengan hal tersebut.

“(Dua hal tadi) hanya sesuatu yang saya perhatikan dan gunakan untuk merencanakan langkah bagaimana kita akan bekerja atau memulai.”

Baca juga: Mau Konsultasi dan Terapi Psikologi? Siapkan Uang Segini

Sementara itu, Christina O’Flaherty, seorang psikoterapis mengatakan hal pertama yang ia perhatikan dari pasiennya adalah bagaimana seseorang mengatakan “halo.” Bukan secara harfiah, maksudnya adalah bagaimana diri mereka menampilkan diri mereka sendiri.

“Perasaan apa yang mereka bangkitkan dalam diri saya? Saya berpikir tentang bagaimana kami berhubungan satu sama lain. Apakah mereka tampak terbuka, atau lebih cemas dan tertutup? Apakah mereka mengomentari kantor saya, penampilan saya, atau sesuatu yang mungkin memberikan perasaan diawasi.” katanya.

“Saya akan memerhatikan bagaimana mereka memberi tahu saya tentang diri mereka sendiri.”

Leave a Reply