Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, August 10, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Benefit Kerja yang Bakal Berkembang Tahun Ini

Sumber foto: blog.wiziq.comSumber foto: blog.wiziq.com

Topcareer.id – Menurut prediksi awal, para pengusaha di seluruh negeri menyusun stretegi untuk menarik talenta berbakat top untuk mengisi peran pada 2020. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menawarkan manfaat tempat kerja yang diinginkan.

Beberapa pakar karier melihat tren benefit di tempat kerja yang ditawarkan perusahaan pada 2020, seperti dalam laman CNBC Make It.

1. Dibayar kapan saja, tidak hanya pada hari gajian

Doug Politi, Presiden solusi kepatuhan Sumber Daya Manusia pada perusahaan penggajian ADP, pekerja menginginkan fleksibilitas, dan di tahun-tahun mendatang hal itu berlaku juga untuk gaji mereka.

“Dengan meningkatnya aplikasi pembayaran peer-to-peer, seperti Venmo dan Zelle, serta pembayaran cepat lainnya termasuk transaksi ATM cepat atau transfer uang melalui layanan seperti PayPal, orang saat ini semakin bergantung pada penerimaan bayaran yang lebih cepat,” katanya.

Akibatnya, kata dia, pengalaman menggaji akan mencapai tingkat personalisasi baru, menawarkan cara yang lebih mudah bagi pekerja untuk dibayar, seperti yang mereka inginkan, kapan saja mereka mau.

Baca juga: Hei Startup, Pilih Inkubator atau Akselerator? Cari Tahu Bedanya

2. Bekerja dari mana saja

Menurut sebuah laporan dari Society for Human Resources Management, 69% perusahaan mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah setidaknya beberapa waktu di tahun 2019, dan 27% menawarkan pengaturan telecommuting penuh waktu.

Michelle Armer, chief people officer di situs kerja CareerBuilder, mengatakan manfaat ini akan berkembang pada tahun 2020. Tren ini muncul karena penelitian telah menemukan sebagian besar pekerjaan bergaji tinggi dan terkonsentrasi hanya di beberapa kota dengan biaya hidup yang tinggi.

3. Upaya inklusi lintas perekrutan, retensi dan kepemimpinan

Armer mengatakan lingkungan kerja yang dibuat lebih setara dan inklusif akan menjadi tema utama di setiap bagian dari pengalaman karyawan, perekrutan dan pelatihan. Bahkan ada upaya penggunaan teknologi baru untuk memfasilitasi inisiatif ini

Dia memberikan contoh teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mengulas resume kandidat untuk kata kunci bakat dan keterampilan. Armer mengatakan program-program ini perlu dibangun dengan mempertimbangkan inklusi.

“Merekrut karyawan baru berdasarkan keterampilan atau potensi mereka adalah cara lain agar pengusaha memastikan tim mereka beragam,” tambahnya.

Baca juga: Ramalan Zodiak: Peluang Karier di 2020 (Bagian 1)

4. Pinjaman untuk mahasiswa

Rata-rata orang Amerika dengan hutang berutang ongkos kuliah antara USD 20.000 dan USD 25.000.

“Beban keuangan ini berdampak pada karyawan dan tanggungan,” kata Paul Wolfe, wakil presiden senior sumber daya global dengan lokasi kerja, Indeed. Akibatnya, lebih banyak perusahaan memberikan solusi untuk membantu karyawan dengan saldo pinjaman untuk studi.

5. Manfaat pengasuhan bagi pekerja dengan orang tua lanjut usia

Menurut data SHRM, sekitar 10% organisasi menawarkan tunjangan perawatan orang tua bagi pekerja pada 2019, naik dari 6% pada 2015. Sementara itu bukan bagian yang besar, Liz Supinski, director of data science at SHRM berharap kebutuhan akan tunjangan ini akan meningkat dengan cepat.

Tunjangan pengasuhan mengacu pada waktu yang dibayarkan untuk merawat anggota keluarga yang sakit, serta dukungan keuangan dan profesional yang beralih kembali ke tenaga kerja penuh atau paruh waktu.

6. Jalur pengembangan karir yang sangat personal

Sebuah Indeks Kebahagiaan Tempat Kerja CNBC/Survey 2019 menemukan bahwa, selain gaji yang lebih tinggi, memberikan kesempatan kepada pekerja untuk memajukan karier mereka mungkin merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kepuasan karyawan.

Pembelajaran yang berkelanjutan akan menjadi sangat penting di tahun 2020, bagi perusahaan di setiap industri, untuk mengatasi kekurangan bakat teknologi. Katie Burke adalah chief people officer di platform pemasaran HubSpot, mengatakan pencari kerja akan mencari perusahaan yang dapat menawarkan jalur karier, bukan hanya pekerjaan itu sendiri. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply