- Advertisement -
TopCareerID

Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, February 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Sekolah

Siswa SMP-SMA Diajak Jadi Pilot Drone Elang Hitam

Drone tipe MALE menjalani proses roll-out di hanggar komplek PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandung (30/12). Foto dok BPPT

Topcareer.id – Dampak era revolusi industri 4.0 kian nyata, ada pekerjaan yang hilang, namun tak sedikit pekerjaan baru yang muncul, salah satunya adalah pilot atau pengendali drone jarak jauh.

Demikian disampaikan Menteri Bambang Brodjonegoro saat meresmikan gedung “Science, Technology, Engineering, Art, and Mathmatics (STEAM)”, di Jakarta Intercultural School (JIS), Jakarta Selatan pada Kamis (16/1).

“BPPT dan PT DI, serta LAPAN dan TNI dalam konsorsium teknologi pertahanan, dalam koordinasi Kemristek juga mengembangkan drone Elang Hitam Indonesia untuk bidang pertahanan. Tapi drone hanyalah drone yang memerlukan pengendali/pilot (dari ruangan kontrol). Oleh sebab itu tentu saja kalian bisa mendaftar menjadi pilot drone di masa depan..” ungkap Bambang Brodjonegoro, menyemangati para siswa JIS Middle School.

Selain menjadi pilot drone, para siswa nanti juga diperkirakan bisa menjadi pembuat konten untuk realitas virtual.

“Untuk bisa menjadi content creator virtual reality yang baik, kalian tidak bisa hanya menjadi ahli matematika, fisikawan, ahli kimia, Anda juga perlu kreatif, perlu mengerti apa yang orang-orang mau, serta selalu mencermati teknologi yang berkembang. Setiap kelompok usia, akan punya keinginan berbeda dalam menggunakan VR (virtual reality). Anda (para siswa/siswi) perlu bisa menerjemahkan preferensi orang-orang menjadi konten, dan untuk itulah Anda perlu art,” ungkap Menristek

Bambang Brodjonegoro berharap sekolah negeri dan swasta di Indonesia, juga membuat konsep pengajaran STEAM, dimana terdapat satu ruangan inter aktif yang dapat menunjukkan kemajuan teknologi, kemudian siswa siswi tersebut dapat membedah purnarupa teknologi dari berbagai jenis bidang STEAM, yaitu sains, teknologi, engineering , seni, dan matematika. Selanjutnya siswa/i diminta membuat kembali atau menciptakan teknologi tersebut berdasarkan kreativitasnya. Menristek / Kepala BRIN juga mengungkapkan pentingnya unsur seni dan kreativitas dalam proses belajar berbasis STEAM ini.

“Kami melihat upaya memasukkan art/seni ini adalah untuk mendorong kreativitas, karena science, technology, engineering, mathmatics menunjukkan penguatan background maupun kemampuan dasar, tapi untuk berbuat sesuatu, mereka butuh kreativitas. Yang membuat kita menang dalam kompetisi kadang-kadang kreativitas. Akan lebih baik kalau kreativitas didukung oleh kemampuan dasar yang kuat,” pungkas Bambang Brodjonegoro.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply