Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Cerita Saksi Mata Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant

Lokasi kecelakaan helikopter yang tewaskan Kobe Bryant. (dok. NY Post)

Topcareer.id – Sebuah pesan direct message muncul di Instagram Shareef O’Neil, Minggu (26/1/2020) pagi pukul 8.29. Pengirimnya Kobe Bryant. Shareef adalah putra Shaquille O’Neal, bekas teman satu tim Kobe di LA Lakers. “You good fam–apa kabarmu?” tulis Kobe.

Shareef menjawab pesan itu pukul 10.58. “Yeah,” tulisnya. “Sedang memikirkan apa yang akan saya kerjakan setelah ini. Apa kabarmu?” Shareef mengikuti jejak ayahnya menjadi pebasket di kampusnya.

Tentu saja Kobe tak membalasnya lagi. Ia sudah tewas saat itu akibat helikopter yang ia tumpangi jatuh. Dalam kecelakaan yang sama, putri Kobe, Gianna, 13 tahun, beserta tujuh orang lainnya turut tewas.

Kobe Bryant dan putrinya, Gianna. (dok. People)

Kecelakaan helikopter itu disaksikan Jerry Kocharian, 62 tahun. Di Minggu pagi itu ia tengah berdiri di luar gereja Canyon sedang minum kopi saat mendengar melihat helikopter terbang rendah dan tampak bermasalah.

Baca juga: Kecelakaan Helikopter, Eks Bintang NBA Kobe Bryant dan Anaknya Tewas

“Suaranya terdengar tidak benar, dan terbangnya rendah sekali,” kata Kocharian dikutip Los Angeles Times. “Saya melihatnya jatuh dan menukik. Tapi tampak tak terlalu jelas karena pagi itu sangat berkabut.”

Helikopter hilang ditelan kabut tapi kemudian terdengar ledakan. “Dan muncul bola api besar,” katanya.

“Tidak ada yang selamat dari ledakan itu.”

Helikopter buatan 1991

Kecelakaan terjadi sekitar sebelum pukul 10.00 pagi di bukit dekat jalan Las Virgeres, sebelah selatan jalan Agoura, menurut petugas Sheriff Kota Los Angeles.

Helikopter tersebut terbang dari bandara John Wayne pukul 9.06 menurut data penerbangan yang diumumkan ke publik. Helikopter itu terbang melewati Stadion Dodger dan berputar di sekitar wilayah Glendale.

Scott Daehlin, 61 tahun, sedang beristirahat usai menyetel sound system yang dipakai untuk misa di gereja Canyon pagi itu, ketika ia juga mendengar suara helikopter. Gereja Canyon terletak di bawah bukit tempat kecelakaan terjadi.

“Karena terdengar dekat dengan daratan, saya tahu pasti ada yang salah. Terbangnya rendah sekali, seperti sedang mencari tempat untuk mendarat. Benda itu mengambil belokan ke kiri. Waktu itu jam 9.44, dan seketika jatuh. Saya dengar tubrukannya. Rotornya dahulu yang menghantam tanah,” kata Daehlin. “Saya segera menghubuni (nomor darurat) 911.”

Kobe Bryant dan helikopter yang ia tumpangi. (dok. NY Post)

Daehlin berkata ketika kabut masih tebal para petugas darurat mendatangi lokasi kecelakaan di sisi barat bukit Stokes Canyon.

Helikopter yang membawa Kobe dan putrinya adalah jenis 1991 Sikorsky S-76B buatan tahun 1991. Nomor ekornya N72EX. Pihak berwenang mengatakan helikopter naas itu sebelumnya tak punya catatan kecelakaan.

Helikopter tersebut terdaftar atas perusahaan Island Express Holding Corp. Perusahaan tersebut beralamat di Filmore, Los Angeles dan bergerak di bidang usaha carter helikopter. *

the authorAde Irwansyah

Tinggalkan Balasan