Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Attitude Baik Lebih Penting Daripada Bakat. Ini Penjelasannya

Ilustrasi (dok. Brighter Monday)

Topcareer.id – Idealnya, perusahaan ingin merekrut orang dengan sikap dan bakat yang tepat. Namun, jika perusahaan hanya dapat memilih salah satu dari keduanya, siapa yang akan dipilih?

Ternyata perusahaan akan memilih orang dengan sikap yang baik.

Penelitian menunjukkan bahwa 80 persen kesuksesan didasarkan pada EQ, dibandingkan dengan 20 persen untuk IQ. Ini berarti bahwa bakat hanya menyumbang sedikit dari kesuksesan.

Seperti dilansir dari entrepreneur.com, berikut ini tiga alasan mengapa lebih baik merekrut orang dengan attitude baik daripada berbakat namun attitude-nya kurang.

Baca juga: Alasan Microsoft Mendengarkan Pendapat Karyawannya

Lebih mudah melatih bakat daripada sikap
Ketika orang memiliki sikap yang tepat, mereka akan termotivasi dan mudah beradaptasi yang membuat mereka lebih terbuka untuk mempelajari keterampilan baru. Dengan sikap yang benar dan usaha yang cukup, sebagian besar keterampilan baru dapat dikuasai dengan cepat. Sedangkan untuk melatih orang agar memiliki sikap baik jauh lebih sulit untuk dilakukan.

Sikap dapat memengaruhi kinerja secara keseluruhan
Ketika perusahaan memiliki karyawan dengan sikap yang kurang baik, mereka bisa berbenturan dengan budaya organisasi, mengganggu kerja tim, menyebabkan keresahan dan berdampak pada kinerja secara keseluruhan.

Baca juga: Gaji Kecil, Bonus Minim. Lalu Bagaimana Agar Karyawan Tetap Termotivasi?

Sikap yang benar dapat mengatasi hambatan
Perusahaan akan selalu menghadapi tantangan dan masa-masa sulit. Pada saat inilah hal-hal seperti tekad, keuletan, dan ketahanan muncul. Memiliki keterampilan yang tepat tetapi kurang kemauan karena sikap buruk tidak akan membantu mengatasi tantangan dan mencapai kesuksesan. Saat merekrut, seharusnya perusahaan fokus pada sikap, sama foskusnya seperti pada keterampilan teknis.

Dampak mempekerjakan orang dengan sikap yang tidak baik sangat signifikan. Menurut penelitian, 89 persen karyawan gagal karena sikap. Ini berarti bahwa kegagalan lebih banyak disebabkan karena masalah dengan sikap mereka yang tidak baik. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply