Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, December 2, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Nonton Film di Bioskop Sama dengan Nge-Gym?

Ilustrasi. (dok. Getintothis)

Topcareer.id – Ya, olahraga bisa kamu lakukan di mana saja. Semakin mudah dan menyenangkan, maka makin digemari. Lalu bagaimana jika pergi ke bioskop sama dengan olahraga ringan di gym? Apakah kamu setuju untuk hal ini?

Menurut studi terbaru, pergi ke bioskop kira-kira setara dengan 40 menit kardio berdampak rendah. Tapi, itu enggak termasuk kegiatan makan popcorn dan minum soda, ya.

Para peneliti di University College London menemukan bahwa pengalaman sinematik yang meningkatkan denyut jantung penonton bioskop mirip dengan latihan kardiovaskular ringan.

Baca juga: Nonton TV Digaji? Coba 5 Pekerjaan Ini

Tim ini memiliki lebih dari 50 orang yang memakai sensor untuk melacak detak jantung dan reaksi kulit selama menonton remake Aladdin versi live-action Disney tahun 2019 yang dibintangi Will Smith. Para peneliti lalu membandingkan hasilnya dengan sekelompok peserta yang menghabiskan waktu dengan membaca.

Penelitian, yang bekerja sama dengan Vue Cinemas, menemukan bahwa detak jantung para peserta naik 40% menjadi 80% lebih tinggi dari detak jantung istirahat normal selama sekitar 45 menit film. Denyut jantung istirahat normal untuk orang dewasa berkisar antara 60 hingga 100 detak per menit, sementara detak jantung saat nonton film berkisar antara 96 ​​hingga 160 detak per menit.

Menurut para peneliti, peningkatan detak jantung disebabkan oleh tiga elemen unik dari pengalaman menonton: peningkatan aktivitas, fokus, dan elemen budaya. Denyut jantung yang diamati selama menonton dapat dibandingkan dengan berjalan-jalan sebentar.

Baca juga: Nonton Film Horor Ternyata Baik untuk Kesehatan

“Pengalaman budaya seperti pergi ke bioskop memberikan kesempatan bagi otak kita untuk mencurahkan perhatian penuh untuk beberapa waktu. Khususnya di bioskop, tidak ada yang bisa dilakukan selain menonton,” kata Dr. Joseph Delvin, Profesor Cognitive Neuroscience di UCL dalam The Ladders.

“Di atas semua itu, kemampuan kita untuk mempertahankan fokus dan perhatian memainkan peran penting dalam membangun ketahanan mental karena penyelesaian masalah biasanya membutuhkan upaya terkonsentrasi untuk mengatasi hambatan.”

“Dengan kata lain, lanjut Delvin, kemampuan kita untuk mengatasi masalah tanpa gangguan membuat kita lebih mampu memecahkan masalah dan lebih produktif. Apalagi saat ini semakin sulit untuk menjauh dari perangkat seperti smartphone, tingkat fokus berkelanjutan ini baik untuk kita.

Selain manfaat fisik, peneliti juga menemukan bahwa dua jam di depan layar lebar memicu reaksi emosional dari responden. Lebih dari setengah (55%) responden mengatakan bahwa mereka menemukan terapi skrining dan itu membantu mengangkat semangat mereka.

Tujuh puluh lima persen mengatakan mereka merasa sepenuhnya terserap oleh film, di mana mereka melupakan tentang segala sesuatu di sekitar mereka. Sementara hampir 45% mengatakan mereka merasa diberdayakan setelah film selesai. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply