Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 15, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kabar Baik atau Kabar Buruk, Mana Sebaiknya Didahulukan?

Dua tokoh villain di Bad Boys for Life.

Topcareer.id – Jika harus memilih antara kabar baik atau buruk terlebih dahulu, manakah yang akan kamu ingin dengar lebih dulu? Atau mana yang ingin kamu sampaikan duluan?

Sebuah studi dalam Personality and Social Psychology Bulletin mengemukakan, bahwa keputusan tersebut bergantung pada posisi sebagai pemberi pesan atau penerima pesan.

Para peneliti dari University of California, Riverside menemukan bahwa penerima berita cenderung akan memilih menerima kabar buruk terlebh dahulu dibandingkan kabar baik.

Namun, pemberi kabar diketahui lebih memilih memberikan kabar baik terlebih dahulu dibandingkan kabar buruk, demikian dilaporkan Huffington Post.

Baca juga: Bosan Bokek? Yuk, Ubah Nasib lewat Workshop Ini

Ada pula cara penyampaian di mana kabar baik disampaikan sebelum dan setelah kabar buruk. Ternyata metode ini menguntungkan para pemberi kabar, bukan si penerima.

“Walau mungkin para penerima kabar akan senang mengakhiri semuanya dengan kabar baik, mereka tidak akan menikmati saat menunggu kabar lainnya disampaikan,” jelas Angela M. Legg dan Kate Sweeny, dua peneliti yang terlibat dalam kajian studi ini.

Mereka menyarankan, jika kamu ingin menyampaikan kabar dengan tujuan ingin mengubah sikap penerima kabar, cara seperti ini kurang tepat. Pasalnya, kemungkinan besar, seseorang akan merasa bingung dan akhirnya tercampur antara kabar baik dan buruk.

Baca juga: Tak Diterima Kerja, Bagaimana Mengatasi Penolakan?

“Sangat penting untuk memastikan penyampaian pesan untuk melihat hasilnya,” jelas Legg.

“Jika kamu seorang ahli psikis yang sedang menyampaikan diagnosa dan prognosa penting, di mana pasien tidak dapat melakukan apa-apa, sampaikanlah kabar buruk terlebih dahulu dan gunakan informasi positif untuk membantu mereka menerimanya. Jika ada hal yang sekiranya dapat dilakukan oleh pasien, sampaikanlah kabar buruk terlebih dahulu dan katakan pada mereka apa yang dapat dilakukan.”

Jadi, jika lain kali kamu harus menyampaikan dua berita berbeda, renungkanlah terlebih dahulu cara penyampaiannya agar efektif dan tepat. *

the authorAde Irwansyah

Tinggalkan Balasan