Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

China Marah Besar Benderanya Diubah Menjadi Gambar Virus Korona oleh Media Denmark

Kartun bendera China di media Denmark. (dok. DW)

Topcareer.id – Di tengah maraknya virus korona di Wuhan yang wabahnya makin meluas, media Jyllands-Posten dari Denmark justru memposting kartun bendera China dengan gambar mirip virus menggantikan simbol bintang kuning pada benderanya.

Kedutaan besar China di Denmark menuntut permintaan maaf dari surat kabar itu, yang sebelumnya telah menimbulkan kontroversi.

Karikatur bendera tersebut menunjukkan lima bintang kuning dari bendera China sebagai makhluk virus kecil seperti kartun.

Virus Korona yang muncul pada bulan Desember 2019 di kota Wuhan dan telah merenggut lebih dari 100 nyawa sudah melukai perasaan orang-orang China. Ditambah lagi karikatur bendera yang dianggap menyinggung perasaan.

Baca juga: Virus Corona Menyebar, Pria China Ini Bagi-bagi Kotak Misterius

Makalah dan ilustrator harus meminta maaf, menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar China di Copenhagen, Denmark.

Bendera China memiliki ikon lima bintang melambangkan luasnya China yang juga merupakan bagian dari kekuatan ekonominya yaitu China, Manchuria, Mongolia, Sinkiang, dan Tibet. Mereka juga mewakili struktur populasi seperti pekerja, petani, borjuis kecil dan “borjuis nasional.”

Karikatur itu dianggap mengubah arti seluruh penduduk China. Dan dianggap menunjukkan kerentanan potensi kekuatan China.

Walau demikian, media Jyllands-Posten tetap tenang. Koran itu sebelumnya juga pernah menimbulkan kegemparan pada 2005 silam ketika menerbitkan dua belas kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. Kartun itu menimbulkan protes di seluruh dunia, terutama di negara-negara Islam.

Pemimpin redaksi Jacob Nybroe mengatakan bahwa maksud dari kartun itu bukan untuk mengolok-olok China dan menambahkan bahwa surat kabar itu tidak mempertimbangkan meminta maaf atas sesuatu yang menurutnya tidak salah.

Dikutip dari Dw.com, Rabu (05/02/2020) “Sejauh yang saya bisa lihat, kita berurusan dengan dua pandangan budaya yang berbeda,” tulis Nybroe di Jyllands-Posten.

Nybroe menambahkan “Kami memiliki tradisi kebebasan berekspresi dan karikatur yang kuat di Denmark, dan kami akan terus memilikinya di masa depan.” Ia menegaskan Jyllands-Posten tidak merasa kartun itu melanggar hukum di Denmark. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan