Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, February 27, 2024
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Jangan Khawatir, Makan Pasta 3 Kali Seminggu Tak Bikin Berat Badan Naik

Ilustrasi. (dok. Cellar Tours)

Topcareer.id – Diet rendah karbohidrat sangat populer dan banyak orang menganggap kamu harus menghindari makan terlalu banyak pasta bersama dengan karbohidrat olahan lainnya.

Namun sebuah studi baru menunjukkan asumsi bahwa makan pasta akan membuatmu menambah berat badan agak tidak berdasar.

Sebuah penelitian, yang baru-baru ini diterbitkan oleh para peneliti Kanada di Rumah Sakit St. Michael, memeriksa bukti dari 30 uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 2.488 peserta yang makan pasta sekitar tiga kali per minggu, sementara juga menjaga diet indeks glikemik rendah.

Seperti dikutip dari Businessinsider.com, diet rendah glikemik didasarkan pada konsep indeks glikemik, yang memberi peringkat makanan pada tingkat di mana tubuh memecahnya menjadi glukosa.

Baca juga: Yuk, Kenali Makanan Tidak Sehat yang Bisa Merusak Diet Kamu

Pasta memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti peningkatan kadar gula darah lebih kecil daripada kebanyakan karbohidrat olahan lainnya, seperti nasi dan roti putih.

Orang-orang yang mengambil bagian dalam penelitian ini makan rata-rata 3,3 porsi pasta per minggu daripada karbohidrat lainnya.

Para peneliti menemukan bahwa peserta yang sedang diet dalam percobaan ini benar-benar kehilangan sekitar 0,5 kg (1,1 lb) selama rata-rata 12 minggu.

Dr. John Sievenpiper, seorang ilmuwan klinik dengan nutrisi klinis dan pusat modifikasi risiko rumah sakit menyampaikan bahwa studi ini menemukan jika pasta tidak berkontribusi terhadap kenaikan berat badan atau peningkatan lemak tubuh.

Kesimpulan penelitian juga mengatakan pasta dalam konteks pola makan rendah glikemik tidak mempengaruhi adipositas dan bahkan mengurangi berat badan dibandingkan dengan pola diet glikemik tinggi.

Para ilmuwan akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi apakah hasil dari penelitian ini akan meluas ke pasta sebagai bagian dari diet sehat lainnya. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply