Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

REVIEW FILM Brahms: The Boy II, Horor Boneka yang Seramnya Nanggung

Topcareer.id – Coba pikirkan boneka berwajah seram yang ‘diadopsi’ oleh sebuah keluarga. Beri latar belakang yang mengerikan untuk boneka itu, dan BOOM! Kamu punya cerita horor baru yang idenya bisa jadi sudah muncul di benak jutaan orang.

Ya, meski sudah seusang itu, formula boneka berhantu nampaknya masih jadi pilihan para pencipta film horor.

Sebagai penonton, kita pun seolah terus dibuat maklum oleh ketidaktahuan para tokoh utama di filmnya terhadap sinyal ‘bahaya’ di balik bentuk seram mereka. Hal ini kembali terulang di film Brahms: The Boy II.

Kalau boleh jujur, agak miris rasanya melihat bagaimana tokoh utamanya, Liza (Katie Holmes) dan Sean (Owain Yeoman) membiarkan putra mereka yang sedang tertekan, Jude (Christopher Convery) membawa pulang boneka super seram yang ditemukannya terkubur di tengah hutan.

Baca juga: REVIEW FILM Birds of Prey, Harley Quinn Keluar dari Bayang-bayang Joker

Namun itulah yang terjadi. Di adegan-adegan berikutnya kita akan diperlihatkan bagaimana Liza dan Sean dibuat takut oleh hal-hal menyeramkan yang muncul di seputar boneka itu.

Adegan di film Brahms: The Boy II

Baca juga: Review Film Primal: Teror Binatang Buas di Tengah Laut

Kembali disutradarai oleh William Brent Bell. Brahms:The Boy II tampil tanpa menyuguhkan sesuatu yang baru.

Naskah malas, jumpscare yang gagal menggapai ekspektasi, serta twist yang mudah tertebak menambah rasa lelah saat menontonnya.

Untungnya, dari sisi visual, film ini cukup memanjakan mata. Bagi yang suka dengan boneka-boneka seram seperti Annabelle, Chucky, atau Sabrina, boneka Bhrams mungkin bisa jadi ikon baru yang mampu disejajarkan dengan mereka.

Oh ya, film ini sendiri memilih tampil sebagai stand alone sequel, sehingga kamu tak perlu menonton film pertamanya untuk bisa mengerti alur ceritanya. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorFeby Ferdian

Leave a Reply