Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, July 8, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

7 Kelakuan Pemimpin yang Bikin Karyawan Resign

Ilustrasi (Dok. Six Seconds)

Topcareer.id – Mempertahankan karyawan merupakan tantangan besar di dunia kerja saat ini. Banyak perusahaan yang kehilangan karyawannya dan harus bersusah payah mencari pengganti yang sepadan.

Alasan seseorang meninggalkan pekerjaan itu luas dan kompleks. Seperti dikutip dari laman archinect.com, Jumat (6/3/2020), beberapa di antaranya disebabkan kelakuan atasannya.

Berikut beberapa contohnya:

Menetapkan tujuan atau harapan yang tidak konsisten
Ketika karyawan dipaksa menjalankan tugas dengan tujuan dan hasil yang masih berubah-ubah, mereka akan stres dan merasa seperti sedang membuang-buang waktu.

Membuang-buang sumber daya
Sebagian besar atasan di perusahaan dimonopoli waktunya oleh rapat. Jika setiap hari tim turut dipenuhi dengan jadwal meeting, mereka tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan yang sudah ditargetkan

Memiliki terlalu banyak kendala proses
Jika saat mengerjakan tugasnya, karyawan dibuat pusing oleh berbagai kebijakan atasan yang sebenarnya bukan prioritas utama, mereka akan kehabisan energi. Pekerjaan yang sering terhambat bisa membuat karyawan frustrasi dan tidak betah.

Menempatkan orang dalam peran yang salah
Kemampuan yang tidak digunakan dapat membuat karyawan merasa diremehkan. Saat mereka merasa diremehkan, besar kemungkinan mereka untuk pergi.

Memberi tugas yang membosankan
Kebosanan sering kali merugikan karyawan. Kadang-kadang ini dapat terjadi jika anggota tim tidak memiliki cukup pekerjaan untuk dilakukan atau jika pekerjaan yang mereka lakukan terasa terlalu mudah.

Gagal menciptakan budaya kerja yang aman secara psikologis
Karyawan yang tidak merasa aman secara psikologis lebih rentan terhadap kesalahan, dan cenderung mengambil risiko, hingga berpartisipasi dalam konflik.

Menciptakan lingkungan kerja yang terlalu nyaman
Jika hal-hal yang dikerjakan terlalu santai maka karyawan akan mulai mempertanyakan pentingnya pekerjaan mereka. Jika tidak ada kepastian dan tantangan, mereka bisa saja pergi ke tempat yang lebih menantang.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply